Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sahabat Ombudsman Provinsi Riau Angkat Bicara Terkait Inhu Raih Gelar Predikat WTP
PELITARIAU, Inhu - Dengan dikeluarkannya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari perwakilan BPK Prov Riau untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Inhu bukan berarti sudah bebas dari dugaan korupsi, pemberian opini WTP hanya bersifat Administratif.
"Ditemukan data pada 2018 menunjukkan bahwa ada 10 Kepala Daerah yang sudah menjadi tersangka kasus korupsi walaupun sudah mendapatkan predikat WTP," kata Ilham Permana dari Sahabat Ombudsman Provinsi Riau.
Pemda Inhu jangan terlalu Euforia seakan predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuktikan bahwa kinerja mereka sudah sangat baik dan terbebas dari korupsi, seharusnya mereka juga fokus pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) apakah turut mengimbangi kinerja WTP atau malah mendapatkan predikat C/D.
Sambung Ilham, LAKIP merupakan laporan yang menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai APBN ataupun APBD.
Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi manfaat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai.
Sahabat Ombudsmen menilai masih banyak SKPD di inhu yang tidak transparan diduga apakah kurang pandai melaksanakan program dan kegiatan yang dibiayai oleh APBN/APBD.
Salah satu contohnya, setelah melalui perdebatan panjang diparipurna DPRD mengenai uang jajan (anggaran makan minum) di satker anak buah bupati yang bernilai fantastis.
Serta rendahnya nilai serapan PAD kabupaten inhu dibandingkan dari kemungkinan yang harusnya di dapatkan, kurang update nya data penerima bansos, serta aset aset pemda dan barang milik negara yang terbengkalai bisa menjadi tolok ukur kurang nya kinerja anak buah pak bos bekerja.
Lanjut Demisioner Himapp itu, disini merupakan celah celah korupsi dimana anggaran yang harusnya mampu dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan, malah hanya digunakan separuhnya sedangkan separuhnya lagi kami menduga masuk kedalam kantong pribadi (oknum).
Pemda inhu seharusnya menerapkan prinsip value for money dalam membelanjakan APBD agar tidak ada anggaran sia sia dimana pembelanjaan anggaran harus dioptimalkan pada pemberian pelayanan optimal kepada publik.
"Sekali lagi selamat untuk pemda inhu yang telah mempertahankan predikat WTP dari BPK RI 4 kali berturut - turut, namun masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan demi pelayanan publik yang baik," (rilise Ilham Permana).**(prc3)
Wabup Muzamil Temui Komisaris PLN Andi Arief, Laporkan Kondisi Listrik di Meranti
PELITARIAU,Jakarta - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mengambi.
Disambut Meriah Dengan Tradisi Melayu, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Tiba di Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Kehadiran Kapolres Kepulauan Meranti yang baru, AKBP Gede P.
Wapres Gibran Tinjau Program MBG dan Sarana Pendidikan di Rokan Hilir, Didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto
PELITARIAU, ROKAN HILIR – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming .
Ditlantas Polda Riau dan BPTD Gelar Razia Terpadu Angkutan Barang di Jalan Air Hitam Pekanbaru
PELITARIAU, PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Balai Pengel.
Dukung Swasembada Pangan Nasional Polsek Merbau Sembang Petani Cabe
PELITARIAU, Meranti - Upaya Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti melaksanakan .
Pesilat Perguruan Satria Muda Komwil Meranti Raih Emas Wakili Riau Ketingkat Nasional
PELITARIAU, Meranti - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar di bidan.









