Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ketimbang Prakerja, Demokrat Minta Jokowi Tiru BLT era SBY
PELITARIAU, Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memaksakan program Kartu Prakerja saat pandemi virus corona (Covid-19).
Bramantyo mengatakan pemerintah sebaiknya memberikan bantuan langsung tunai (BLT) seperti yang pernah berjalan di pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Melihat kendala pemberian sembako dan program Kartu Prakerja yang justru mengundang kritik, alangkah baiknya bila bantuan dari pemerintah itu dilaksanakan secara langsung dan konkret lewat program BLT," kata Bramantyo kepada wartawan, Selasa (5/5).
Bramantyo berpendapat program BLT yang dijalankan SBY ketika itu terbukti ampuh menolong rakyat dari krisis. Menurutnya, di tengah krisis seperti saat ini, BLT lebih dibutuhkan masyarakat ketimbang pelatihan kerja.
"Dengan pengalaman ini, diharapkan penyaluran BLT bisa lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan menjalankan program-program baru," ujarnya.
Wakil Bendahara Umum Demokrat itu menyebut dunia usaha saat ini juga sedang tidak dalam kondisi mampu menerima tenaga kerja. Bramantyo mengutip pernyataan Kadin yang memprediksi akan ada 15 juta pekerja yang diberhentikan karena dampak ekonomi corona.
"Mengingat dampak negatif Covid-19 terhadap tenaga kerja, pendapatan masyarakat otomatis ikut menurun. Oleh karena itu, dengan BLT diharapkan masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dasar," katanya.
Sebelumnya, pemerintah meluncurkan program Kartu Prakerja di tengah pandemi virus corona. Program itu awalnya adalah janji kampanye Jokowi untuk mempersiapkan SDM Indonesia.
Namun saat corona menghantam Indonesia, pemerintah membuat Kartu Prakerja sebagai bantuan sosial. Sebanyak 5,6 juta orang jadi target peserta pelatihan. Selain itu, program pelatihan yang awalnya direncanakan tatap muka (offline), kini menjadi online.
Usai peluncuran, program ini menuai berbagai masalah. Mulai dari penunjukan mitra program yang tidak transparan, materi pelatihan yang bisa sebenarnya bisa didapat gratis di kanal lain, hingga kemanfaatan pelatihan kerja di tengah pandemi virus corona.
Pemerintah menggelontorkan Rp20 triliun, dengan rincian biaya pelatihan Rp5,6 triliun; dana insentif Rp13,45 triliun; dana survei Rp840 miliar; dan dana PMO Rp100 juta. Anggaran ini naik dua kali lipat dari yang sudah direncanakan sebelumnya yakni Rp10 triliun. **prc4
sumber: cnnindonesia
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









