Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pengamat Unas: Menggelikan, Apakah Ide Stafsus Millenial?
PELITARIAU, Jakarta - Pelatihan online dari kartu prakerja dianggap tidak berguna lantaran rakyat bisa mengakses sendiri di media sosial. Bahkan, materinya bisa dipilih yang lebih kreatif.
Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam mengatakan, negara sia-sia mengeluarkan uang triliunan rupiah hanya untuk konten yang sudah banyak tersebar di media sosial dalam pelatihan online kartu prakerja.
"Kalau kontennya seperti itu untuk apa negara keluarkan triliunan rupiah di tengah mewabahnya Covid-19. Ini negara salah arah, kalau kontennya seperti itu, rakyat tidak perlu, mereka sudah kreatif sudah banyak dan lebih bagus yang tersebar di Youtube," ucap Saiful Anam yang di langsir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/4/2020).
Seharusnya, kata Saiful, negara lebih baik mengurus warganya yang terdampak Covid-19 dibanding mengurusi hal yang tidak perlu seperti pelatihan online bagi penerima kartu prakerja.
"Dan yang paling menggelikan konten ini idenya siapa? Apakah ide Stafsus millenial atau siapa? Saya kira ide tersebut tentu tidak kreatif, tidak cerdas dan cendrung pemborosan keuangan negara," tegas Saiful.
Bahkan, kata dia, pihak di lingkungan istana seharusnya lebih peka terhadap apa yang diharapkan rakyat yang tengah kesulitan di saat pandemik Covid-19 ini.
"Justru pemborosan itu datangnya dilingkungan istana, mestinya lebih peka lagi dari harapan publik ditengah sulitnya perekonomian bangsa. Kalau konsepnya hanya seperti itu, tidak usah stafsus millenial, pemborosan uang negara, lebih baik untuk rakyat yang membutuhkan. Pada akhirnya solusinya utang," pungkasnya.
Diketahui, penerima kartu prakerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3,55 juta yang terdiri dari Rp 1 juta untuk biaya pelatihan dari delapan perusahaan mitra kartu prakerja, insentif usai pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan dan akan diberikan selama empat bulan sehingga total Rp 2,4 juta dan insentif survei keberkerjaan sebesar Rp 50 ribu per survei dan ada tiga survei sehingga totalnya Rp 150 ribu. **prc4
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









