Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kuliner Meranti Jadi Prioritas Ekonomi Kreatif
PELITARIAU, Selatpanjang - Sektor usaha Kuliner menjadi prioritas pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari hasil penelitian pihak Universitas Riau bersama Disparpora Riau, sektor usaha ini mendapat rangking tertinggi dengan bobot nilai 0,199 dibandingkan 8 jenis sektor usaha ekonomi kreatif lainnya.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Seni, Azwan MPd, Rabu (10/12), yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Fokus Grup Diskusi Penyusunan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, di Pekanbaru, belum lama ini.
“Sektor usaha kuliner memiliki bobot nilai tertinggi di Kepulauan Meranti. Tidak hanya di Kabupaten Kepulauan Meranti, tapi juga umumnya di Kabupaten/Kota lain di Provinsi Riau. Ini hasil penelitian dari pihak Universitas Riau bersama Disparpora Riau,” ungkap Azwan.
Dikatakannya, pengembangan ekonomi kreatif akan mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo. Bila sebelumnya berada dibawah koordinasi dan bergabung pada Kementerian Pariwisata, maka nantinya berada langsung dibawah koordinasi Lembaga Kepresidenan.
“Artinya upaya pengembangan ekonomi kreatif masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintahan saat ini. Namun belum tahu regulasi sistem lembaga yang akan mengurusnya,” katanya.
Penelitian yang dilakukan pihak Universitas Riau bersama Disparpora Riau, terang Azwan, dilakukan dengan cara melakukan survei ke lapangan. Di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat 9 pengelompokan sektor usaha rencana pengembangan ekonomi kreatif.
“Diantaranya, sektor usaha Kuliner menduduki rangking 1 dengan bobot nilai 0,199. Seni Pertunjukan dan Musik pada rangking 2 dengan bobot nilai 0,147,” ujarnya.
Kemudian sektor Kerajinan dan Seni Rupa rangking 3 bobot 0,131. Film, Video, Fotografi, TV dan Radio pada rangking 4 bobot 0,115. Periklanan di rangking 5 dengan bobot 0,114. Desain rangking 6 bobot 0,097. Fashion rangking 7 bobot 0,091. IPTEK rangking 8 bobot 0,056 dan Arsitektur rangking 9 dengan bobot nilai 0,051 (kor. nto)
Editorial: rio ahmad
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









