Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
PELITARIAU, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa ada tiga masalah pendidikan yang harus segera diselesaikan di Indonesia.
Program ini mengumumkan Program Evaluasi Pelajar Internasional (PISA) atau Program Penilaian Pelajar Internasional.
Dari hasil survei PISA tahun 2018, skor rata-rata Indonesia menurun di tiga bidang kompetensi dengan penurunan paling besar di bidang membaca yakni 371 di posisi 74. Rata-rata kemampuan membaca negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD ) memiliki skor 487.
Sementara kemampuan matematika berada di skor 379 dengan posisi 73 dan kemampuan sains dengan skor 396 di posisi 71.
"Berdasarkan survei PISA kita bisa mengetahui tiga permasalahan utama yang harus diatasi," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang 'Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam PISA' melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/4).
Persoalan pertama, kata Jokowi, adalah besarnya persentase siswa berprestasi rendah. Ia menargetkan jumlah siswa berprestasi rendah dapat ditekan hingga kisaran 15-20 persen pada 2030.
"Meski kita tahu Indonesia berhasil meningkatkan akses anak usia 15 tahun terhadap sistem sekolah tapi masih perlu upaya lebih besar menekan siswa berprestasi rendah hingga di kisaran 15-20 persen di 2030," katanya.
Kemudian, lanjut Jokowi, persentase siswa mengulang kelas yang masih tinggi mencapai 16 persen. Menurutnya, jumlah ini lebih banyak 5 persen dibandingkan rata-rata persentase siswa mengulang kelas di negara-negara OECD.
Sementara persoalan yang terakhir adalah tingginya ketidakhadiran siswa di kelas. Mengacu pada survei PISA, kata Jokowi, perlu langkah-langkah perbaikan menyeluruh baik dari aspek peraturan, regulasi, anggaran infrastruktur, manajemen sekolah, kualitas guru, hingga beban administratif guru.
"Ini berkali-kali saya tekankan, mengenai beban administratif guru. Guru tidak fokus kegiatan belajar mengajar, tapi lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan administratif. Ini tolong digarisbawahi," ucap Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta juga memperbaiki proses belajar dengan perbaikan teknologi informasi dan komunikasi. Ia juga mengingatkan perbaikan lingkungan belajar yang memuat motivasi belajar dan mendukung perundungan di sekolah.
Alasan menurut survei PISA, kata dia, terkait hubungan sosial ekonomi siswa dengan capaian hasil Ujian Nasional (UN) atau skor nilai PISA.
"Perbaikan Lingkungan belajar siswa, termasuk motivasi belajar, mendorong tindakan perundungan di sekolah," kata Sang Kepala Pemerintahan tersebut. ** prc4
sumber: cnnindonesia.com
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









