Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pijar Melayu Optimis Kapolda Riau Yang Baru Tuntaskan Karhutla
PELITARIAU, Kuansing- Kapolri Tito Karnavian memimpin serah terima jabatan (Sertijab) tiga Kapolda yang baru. Salah satunya Kapolda Riau dari Irjen Widodo Eko Prihastopo kepada Irjen Agung Setya Imam Effendi. Sertijab ini dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada hari Senin, (30/9/2019).
Hal itu sesuai dengan surat telegram Kapolri nomor: ST/2569/IX/KEP/2019 pada jum'at lalu, dimana Kapolda Riau sebelumnya Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi sebagai Pati Baintelkam di BIN. Posisinya digantikan oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi yang sebelumnya merupakan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Pijar melayu Rocky Ramadani, SP mengapresiasi proses mutasi dan promosi yang dilakukan Mabes Polri, termasuk penggantian Kapolda Riau. Pijar Melayu mengucapkan selamat bertugas kepada Kapolda Riau yang baru dan berharap kinerjanya lebih baik dari yang terdahulu, terutama pada persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih hangat ini.
"Kepada Kapolda Riau yang baru harus berani melakukan proses hukum korporasi yang terindikasi sebagai pelaku pembakar lahan. Proses sesuai hukum yang berlaku. Kami berharap jangan pernah ada negosiasi dengan koorporasi pembakar lahan" ujar Rocky.
Lebih lanjut Rocky menyampaikan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan memang sudah berkurang akibat hujan yang cukup merata di seluruh wilayah Riau.
"Namun kasus hukum korporasi yang diduga pembakar lahan jangan sampai juga hilang. Ini harus kita kawal secara bersama sama. Karena masyarakat Riau menderita akibat kebakaran hutan dan lahan ini" pintanya.
Pijar Melayu Sebagai Kelompok Kajian Strategis meyakini Karhutla yang terjadi di Riau berhubungan erat dengan keberadaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum. Akibatnya, selama 22 tahun belakang ini bencana kabut asap terus mendera masyarakat Riau.
"Selama dua hal itu tidak serius ditangani, maka yang akan terjadi hanya pengulangan bencana asap yang terus menghantui masyarakat Riau" tandas Mahasiswa Pascasarjana UIR Jurusan Manajemen Agribisnis ini.
"Intinya, kita ingin proses penanganan persoalan hukum di Bumi Melayu ini lebih baik daripada sebelumnya. Bukan saja persoalan Karhutla, tapi kasus-kasus besar lainnya. Hukum harus tajam keatas, jangan malah tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Sekali lagi selamat bertugas untuk Kapolda Riau yang baru" sambung Rocky menutup.**Vis
Hina Besi, Hinanya Manusia Penghianat
Hina besi karena karatnya,Hina manusia karena niatnya.Sekarat karat besi.
Ditanya Keseriusan Parpol Mengusung Elda Suhanura di Pilkada Inhu 2024
PELITARIAU.com - Nama Elda Suhanura SH MH yang jauh hari dira.
TMMD Indahnya Kebersamaan TNI Bersama Rakyat
PELITARIAU, Pekanbaru - Sebagai masyarakat yang berprofesi seba.
Dibuka Plt Sekwan, Gerai Rudal Yanto Ramaikan Kuliner Kota Pekanbaru
PELITARIAU, Pekanbaru - Launching gerai makanan 'Rudal Yant.
Pranala Jalma : Mencari Otak Politik
PELITARIAU, Pekanbaru - Otak politik layaknya organ utama yang .
Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar
PELITARIAU, Pekanbaru - TEMAN saya seorang walikota. Dia mengat.









