Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dampak dari Kenaikan BBM
Wah... Harga Bahan Pokok Dipasar Semakin Mahal
PELITARIAU, Rengat - Dampak dari kenaikan BBM serta bencana banjir yang dialami kabupaten Indragiri Hulu berdampak pada naiknya harga bahan pokok Sembako dioasaran.
Hal tersebut mebuat beberapa masyarakat kelas menengah kebawah merasakan semakin kesulitan untuk membeli bahan pokok dapur yang selalu digunakan sehari-hari.
Seperti peninjauan pelitariau.com dilapangan (pasar rengat) harga cabe merah keriting sudah mencapai harga Rp. 80.000 / kilo, bawang merah Rp.35.000/ kilo, sayur mayur yang biasa satu ikat Rp. 500 sekarang sudah dijual 3 ikat seharga Rp. 2.000,-
Roza sang Agen cabe keriting mngatakan bahwa kenaikan yang cukup tinggi ini baru terjadi saat kenaikan bbm, dikarenakan biaya ongkos kirimnya yang meningkat serta akses jalan yang terputus akibat banjir.
"Sebelum harga BBM naik harga masih berkisar Rp.40.000, - Rp.50.000/ kilo, setelah BBM naik langsung melonjak sampai dengan harga Rp. 80.000, lagian para penyalur tidak mau mengalai kerugian dengan busuknya cabe keriting karena kondisi jalan yang antri karena jalannya terendam banjir" Ungkap Roza.
Kenaikan harga yang sangat tinggi ini sangat dirasakan oleh Ratih, IRT yang suaminya hanya seorang tukang parkir, kebiasaan belanja dengan uang cuma 40.000 kini harus betul-betul mengirit agar kebutuhan pokok dapur mncukupi.
"Gila, lama-lama kayak gini bisa kami sekeluarga gak makan, biasa dengan uang belanja 40.000 cukup ung\tuk membeli semua kelengkapan dapur,ne ja dah habis 30.000 baru dapat ikan sama cabe yang suma 10-15 batang dengan harga 10.000,belum lagi minyak goreng dan sayurnya, kalau kayak gini kami rakyat miskin semakin miskin, susu anak sudah naik 2.000 perkotak, entah mau jadi apa la anak-anak kami besar nanti." Keluh ratih
Sangat diharapkan Disperindagkop dan Pasar melakukan suatu tindakan mengontrol hal tersebut untuk menciptakan kesinambungan harga di pasar, sehingga bisa menbatu masyarakat kecil dan menengah. (cr.tony)
Editorial : Ramdana Yudha
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









