Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sebanyak 98 Pemerintah Desa di Kabupaten Meranti Ikuti Rapat Koordinasi BUMDes
PELITARIAU, Meranti - Sebanyak 98 pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti Rapat Kordinasi (Rakor) BUMDes yang diselenggarakan di Selatpanjang 20-22 juli 2018. Diharapkan dari kegiatan ini mampu merangsang terbentuknya BUMDes sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Dinas PMD Kepulauan Meranti, Sabarudin, S.Sos, M.Si menerangkan Rakor tersebut bertujuan untuk memperkuat pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan Indonesia dimulai dari masyarakat desa.
"Para kepala desa harus mampu berkordinasi dan menyatukan persepsi seluruh perangkat desa, BPD serta masyarakat terhadap pentingnya keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini," ujar Sabarudin.
Dia juga menjelaskan kepala desa harus mampu menjadikan BUMDes sebagai pendapatan desa hingga mampu mandiri secara keuangan dan tidak terus menyusu kepada pemerintah. Bagi desa yang sudah memiliki BUMDes diharapkan memaksimalkan fungsi dan perannya sedangkan yang belum memiliki diminta segera membentuknya.
"Rapat koordinasi ini diharapkan mampu membuka cakrawala para kepala desa agar lebih kreatif dan berinovasi mengembangkan potensi yang dimiliki agar bisa dijadikan pundi-pundi pendapatan desa," harapnya.
Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti yang diwakili Sekretaris H Edi M Nur SH, M.Si, mengatakan saat ini belum semua desa memiliki BUMDes atau yang sudah ada pun belum berjalan dengan maksimal.
"Ini yang perlu diperhatikan betul. Kades yang berpikir bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Edi M Nur.
Menurutnya sebagai pucuk pimpinan di desa, para Kades harus jeli dalam membuat kebijakan agar menciptakan peluang ekonomi. Harus mampu berpikir global menggali potensi desa, membuat perencanaan dan dilaksanakan.
"Dana awal BUMDes berasal dari desa atau penyertaan modal masyarakat dan melalui keuntungan inilah yang digunakan untuk membangun desa," terang Sekretaris Dinas PMD Meranti itu.
Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa anggaran yang diterima oleh desa dari pemerintah bisa suatu saat nanti akan berhenti dikucurkan, hal tersebut dikhawatirkan akan melumpuhkan desa-desa yang tidak atau belum mandiri secara keuangan.
"Hari ini Kades yang datang ke kantor Dinas PMD kebanyakan bertanya proses pencairan dana desa. Sangat jarang atau bahkan tidak ada yang menghadap berkonsultasi untuk mengembangkan ekonomi desa," sindir H Edi M Nur.
Hadir sebagai pembicara Junaidi, S.Pt, M.Si Kasi PSDA dan TTG Dinas PMD Provinsi Riau dan Rusli S.Sos, M.Si pejabat Fungsional Perencana Pertama Dinas PMD Provinsi Riau. (rls)
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.









