Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Buk Lurah Selatpanjang Barat: Sampah Itu Sangat Berharga
PELITARIAU, Meranti - Sampah jadi berkah? Sudah banyak orang yang membuktikannya. Jika tak percaya, datang saja ke Bank sampah Kelurahan Selatpanjang Barat Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Merati, jum'at (20/7/18)
Darwan Ketua Bank Sampah Selatpanjang Barat mengatakan kunci berkah dari sampah berada pada kemampuan memilah jenis sampah. Pengelola Bank Sampah Selatpanjang Barat bahkan mengidentifikasi ada 9 jenis sampah yang bisa dijual yang merupakan turunan dari tiga jenis sampah utama, yakni kertas, plastik, dan logam.
"Nasabah kita ajarkan memilah sehingga sampah bisa lebih mahal. Kita ambil seluruh sampah, dan kami mensosialisasi sampah ini dari kegiatan PKK sampai kegiatan pegajian-pengajian "tutur buk Lurah ditemui pelitariau. com.
Menurut Buk Lurah setiap jenis sampah memiliki harga berbeda tergantung harga di dunia persampahan. Harganya dinamis tergantung pada harga yang ditentukan pabrik pengolah sampah.
"Jadi, barometer perubahan harga adalah pabrik," kata buk lurah. Ia mencontohkan sampah botol plastik kemasan. Bila botol plastik aqua yang besar Rp.150,kalau aqua gelas Rp. 4000 perkilonya.
Pengelola menyebutnya sebagai residu, walau belakangan juga dimanfaatkan untuk membuat produk kerajinan tangan yang bisa dijual kembali
Selain berkah harta, pemilahan sampah yang tepat juga bisa membantu mengurangi sampah di lingkungan kita, khususnya sampah plastik. Buk Lurah juga mengingatkan bahwa sampah plastik bisa bertahan ratusan tahun di alam jika tidak diolah dengan benar.
Semua itu menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah atau otoritas lain. Dengan begitu, keberadaan bank sampah tidak bisa dipandang sekadar bisnis murni.
"Sekarang tinggal pilih, kita mau mendapat pahala jariyah atau dosa jariyah. Dosa jariyah itu kalau kita tidak peduli dengan sampah yang kita hasilkan sendiri," tutup buk Lurah. **adit
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.









