• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1110 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2389 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2754 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5311 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2433 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Kepulauan Meranti

Bersama Menko Perekonomian, Bupati Meranti Ikuti Rakor Pengembangan Komodity Kelapa

Herman

Jumat, 01 Juni 2018 10:05:09 WIB
Cetak
Bersama Menko Perekonomian, Bupati Meranti Ikuti Rakor Pengembangan Komodity Kelapa
Bupati Meranti saat berfoto bersama Mentri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta

PELITARIAU, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk mengembangkan potensi perkebunan daerah, selain pengambangan Sagu, salah satu komodity unggulan perkebunan yakni Kelapa turut menjadi perhatian, hal ini dikemukakan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dalam rapat bersama Mentri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Kamis malam (31/5/2018).

Dalam rapat koordinasi pembahasan tentang  pengembangan komoditas kelapa bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, dibahas soal koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), dengan tujuan mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia baik Nasional maupun Internasional, melalui peningkatan produktifitas dan kualitas, apalagi salah satu buah hasil perkebunan tropis itu telah diakui dan diexspor ke manca negara seperti Amerika Serikat, RRC serta negara tetangga Malaysia, Singapura.

KOPEK sendiri merupakan Koalisi yang berangotakan Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa diantaranya, Bupati Kepulauan Meranti,  Bupati Sigibiromaru, Bupati Inhil, Bupati Kulonprogo, Bupati lingga, Bupati Buol, Bupati  Tanjung Jabung Timur, Bupati Gorontalo, Bupati Agam, dan Bupati  Lampung Selatan serta lainnya.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si yang didampingi Ka.Bappeda H. Makmun Murod, Kadis Perkebunan dan Hortikultura Prasetyo serta Kabag  Humas dan Protokol Kep.Meranti Helfandi SE M.Si. Turut menyampaikan masukannya terkait permasalahan kelapa khususnya di Kepulauan Meranti, menurutnya jika bicara kelapa bukan hanya soal Replanting atau Bibit saja, lebih dari itu pemerintah juga harus berfikir bagaimana cara meningkatkan pendapatan petani kelapa. Seperti diketahui Kabupaten Meranti termasuk salah satu daerah penghasil kelapa dengan luas perkebunan mencapai 31.653 Ha.

"Harapan kita potensi perkebunan yang kesemuanya milik maayarakat itu, dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf ekonominya," ungkap Bupati Irwan.

Irwan juga menjelaskan, bahwa pengelolaan perkebunan kelapa yang ada di Meranti sudah dilakukan pola tupang sari, dimana pada lahan itu masyarakat turut mengembangkan perkebunan Kopi Liberika yang menjadi andalan dan peternakan Sapi.

Diakui Bupati, berdasarkan hasil diskusi dengan petani baru baru ini, mereka mengeluhkan tidak stabilnya harga komodity kelapa yang sebelumnya mencapai 1500-1600 perbutir,  kini hanya berkisar 700 rupiah perbutir yang didalamnya termasuk upah angkut.

"Jadi untuk perbutir kelapa petani hanya mendapat bersih 500 rupiah," aku Bupati.

Disitulah menurut Bupati perlu kehadiran pemerintah untuk mencari solusi yang  tepat dalam rangka mengangkat taraf ekonomi masyarakat, seperti membuat regulasi yang berpihak kepada rakyat khususnya petani kelapa, apakah melalui Kementrian Perdagangan atau Kementrian terkait lainnya.

Sementara itu Ketua KOPEK Bupati Gorontalo Nelson Pomalinggo, dalam pertemuan itu mengungkapkan, sejak terbentuk wadah ini, pihaknya selalu melakukan konsolidasi dan kegiatan dalam rangka mengembalikan kejayaan kelapa.

Di Indonesia daerah penghasil kelapa terdiri  dari 248 Kabupaten dengan luas perkebunan mencapai 3.6 juta Ha dan ini merupakan yang terluas didunia.

Selanjutnya Bupati Gorontalo ini mnyampaikan Kelapa adalah komoditi tertua  diIndonesia yang 98 persenya meeupakan milik petani, namun kurang mendapat perhatian  pemerintah, hal itu berbanding terbalik dengan kelapa sawit yang 98 %  adalah milik swasta .

Untuk itu KOPEK memiliki cita cita yang akan dilaksanakan dalam program strategisnya yakni  Melakukan replanting 5 juta ha 5  - 10 tahun kedepan, pengembangan irigasi agar air asin tidak masuk, dikeluarkannya regulasi yang mengatur hatga kelapa dari Kementrian terkait, regulasi perkebunan kelapa diwilayah HTI, serta pajak ekspor butiran kelapa untuk daerah.

Ketua KOPEK juga mengungkapkan kelemahan sistem di Indonesia saat ini yang belum mengatur otoritas pengembangan kelapa seperti yang telah diterapkan di India.

"Besar harapan kami sebagai daerah penghasil kelapa mohon bantuan Bapak Menko Perekonomian, untuk memfasilitasi pertemuan dengan Kementrian terkait seperti Kementrian Perindag, Agraria, Pertanian untuk membicarakan perihal izin," usulnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, setelah mendengarkan semua permasalah kelapa yang diutarakan oleh para Kepala Daerah mengungkapkan. Perkebunan Kelapa yang 98 % nya merupakan milik petani akan mengalami kesulitan dalam pengembangannya terutama dalam hal penyedian bibit berkualitas.

Selain itu para petani kelapa juga kesulitan  menyediakan infrastrukturtur pendukung sehingga penunggang gelap yang menguasai, begitu juga dengan tidak adanya industri hilir yang menyebabkan tidak adanya Added Value dari kelapa. Masalah masalah itu diakui Menko Perekonomian telah menjadi catatan untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya dengan melibatkan Kementrian Teknis untuk menuntaskannya.

"Pembangunan Kelapa mestinya juga didorong menurut cluster agar terkelola dari hulu hingga ke hilir, pertemuan ini sangat strategis kedepan kita akan menggelarnya bersama KOPEK dua minggu sekali," tutup Menko Perekonomian. (Humas Meranti).

 



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:50:02 WIB

PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.

Riau Raya

Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti

Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:59:52 WIB

PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.

Riau Raya

Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari

Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:47:22 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.

Riau Raya

Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat

Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:15:45 WIB

PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.

Riau Raya

27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian

Jumat, 03 Juli 2026 - 16:49:27 WIB

PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.

Riau Raya

Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian

Jumat, 03 Juli 2026 - 15:04:51 WIB

PELITARIAU,Meranti -  Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.

Terkini

  • +INDEX
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
04 Juli 2026
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
04 Juli 2026
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
  • 4 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 5 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 6 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 7 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved