Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Khusus Budidaya Perikanan
Gubri: Kawasan Pesisir akan Kita Garap Serius Mulai Tahun 2018
PELITARIAU, Pinggir - Mulai tahun 2018, kawasan pesisir akan menjadi fokus pengembangan pembangunan sektor Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau.
Karena panjang garis pantai di Provinsi Riau sekitar 2.486 kilometer (km). Namun yang baru termanfaatkan hanya sekitar 2 Km.
"Mulai tahun 2018, kawasan pesisir ini akan kita garap serius untuk budidaya perikanan,” ujar Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman ketika menghadiri kegiatan penebaran bibit ikan (restocking) baung sebanyak 50.000 ekor di perairann Sungai Mandau yang dipusatkan di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Kamis (28/12/2017).
Ikut mendampingi Gubri, selain Bupati Bengkalis, Amril Mukminin antara lain Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau H Herman Mahmud, dan Pelaksana Tugas Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis Aulia.
Menurut Gubri, bakal diberdayakannya garis pantai di kawasan pesisir untuk budidaya perikanan bertujuan agar potensi tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sehingga nanti dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, melalui program kegiatan dimaksud, kita juga berharap kejayaan Provinsi Riau sebagai penghasil ikan terbesar dapat dikembalikan. Dahulu kita semua tentu masih ingat, kalau ditanya salah satu daerah penghasil ikan terbesar di dunia, pasti Bagan Siapi-Api yang disebut. Kejayaan inilah yang ingin coba kita kembalikan melalui pemanfaatan kawasan pesisir dimaksud,” papar Gubri.
Memang, dahulu Bagan Siapi-Api (Ibukota Kabupaten Rokan Hilir) terkenal sebagai penghasil ikan terpenting, sehingga dijuluki sebagai kota ikan.
Menurut beberapa sumber, di antaranya surat kabar De Indische Mercuur menulis bahwa pada tahun 1928, Bagansiapiapi adalah kota penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah kota Bergen di Norwegia.
Selain itu, pada tahun 1980-an, buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah-sekolah dasar masih mencantumkan bahwa salah satu daerah penghasil ikan terbesar dan teramai di Indonesia adalah Bagansiapiapi, yang pada saat itu masih masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis.
Dan, pada masa jayanya dahulu, nama kota Bagan Siapi-Api memang lebih terkenal daripada Pekanbaru maupun Provinsi Riau.**ulm
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









