• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1086 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2369 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2736 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5286 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2426 Kali

  • Home
  • Tokoh
  • Pekanbaru

Catatan Dheni Kurnia

Antara Ustad Abdul Somad dan Ustad Abdul Zakir Naik

zulpen

Senin, 25 Desember 2017 01:51:00 WIB
Cetak
Antara Ustad Abdul Somad dan Ustad Abdul Zakir Naik
Ustad Abdul Somad dan Ustad Abdul Zakir Naik

KEMBALI, Ustadz Abdul Somad (UAS) dikerjain oleh "musuh Islam". UAS dilarang masuk Negara Hongkong, dan setelah tiga jam ditanya-tanya lalu disuruh pulang ke Indonesia. UAS pun balik masuk pesawat, sementara jemaah yang sudah menunggunya di Bandara, berlinang air mata menyesalkan sikap aparat imigrasi dan kepolisian Hongkong.

Saya sempat menelepon Munawir, teman UAS yang ikut bersamanya ke Hongkong. Apa pasal UAS tak boleh masuk negeri boneka Cina itu? Katanya, persoalannya sederhana saja. UAS memiliki Kartu Anggota Habaib (Rabithah Alawiyah) atau Anggota Ulama Habaib se-Dunia yang dikeluarkan para Da'i dan Pendakwah Islam di Maroko. Di kartu itu ada gambar bintang dan tulisan Arab. "Ini mungkin alasan saja. Saya melihat, ada Musuh Islam yang tak menginginkan UAS ceramah di Hongkong. UAS diperiksa seperti seorang teroris," kata Munawir yang menemani UAS, pada saya melalui WhatsApp.

Astaghfirullah! UAS disamakan dengan teroris di luar negeri, setelah sebelumnya di dalam negeri sendiri dia dituduh terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia) dan anti NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) oleh sekelompok orang di luar Islam. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan seorang ulama bernama UAS? Apa yang membuat banyak orang marah terhadap seorang Melayu Islam bernama Abdul Somad itu? Saya tak habis pikir dan terus bertanya; ada apa?

Kegelisahan saya ini, saya sampaikan pada teman saya, Dr Kapitra Ampera, SH, MH. Kapitra adalah seorang doktor hukum yang juga menjadi Kuasa Hukum UAS. Saya katakan kepada dia, buatlah agar dunia tahu bahwa UAS bukanlah teroris, apalagi PKI dan anti NKRI. UAS adalah pendakwah agama Islam, sama seperti pendakwah agama agama lain di Indonesia dan dunia. UAS seorang anak Melayu yang santun dan kini sangat dibutuhkan Umat, karena ilmu dan penguasaannya terhadap agama Islam sangat baik.

Tak menunggu lama, Kapitra Ampera lalu menyampaikan pernyataan sikap. Dia segera akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI, untuk mengetahui duduk persoalannya. Menurut Pengacara Islam ini, dia ingin mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hongkong terhadap UAS, atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah Cina.

"Kami akan melakukan protes keras kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Cina, atas perlakuan terhadap seorang guru agama itu. Kami akan melaporkan hal ini kepada DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan instansi lainnya agar Pemerintah Indonesia serius melindungi warganya yang melalukan kunjungan ke luar negeri," tegas Kapitra.

Protes hukum Kapitra ini, langsung disambut Ketua Komisi I DPR-RI, Abdul Kharis Almasyhari. Secara tertulis, Kharis  menyayangkan pendeportasian UAS. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri memiliki Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri, yang harus mempertanyakan kepada imigrasi Hongkong, mengapa UAS dideportasi.

Sebenarnya, masalah deportasi WNI ini, memang harus diketahui Kemenlu. Tak jelas, apakah saat UAS "diusir" dari Hongkong, ada orang Kementrian Luar Negeri RI di sana, untuk dimintai penjelasannya.  Wallahualam! Tak ada kabar tentang hal itu. Harusnya,  seperti diamanahkan konstitusi, dalam pembukaan UUD 1945,  negara wajib melindungi warganya yang ke luar negeri secara sah. Kemudian Pasal 19 huruf b Undang-Undang No 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri, dinyatakan  Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban “inter alia”, memberikan pengayoman, perlindungan dan bantuan hukum bagi WNI yang berpergian.

KISAH pilu UAS ini, mengingatkan saya akan seorang Ulama Besar Islam; Ustadz Dr. Abdul Karim Zakir Naik yang sering dipanggil Ustadz Zakir Naik (UZN). Beliau adalah Dai Islam terkenal yang berasal dari Mumbai, India. UZN seperti halnya UAS, adalah seorang ahli tafsir dan hadis serta ahli dalam ilmu perbandingan agama.

UZN dan UAS sama sama pengarang buku tentang syariat Islam dan sama sama sering mendapatkan perlakuan "tak adil" dari musuh Islam. Tapi untuk "jam terbang", UZN jauh lebih tinggi dan lebih banyak ketimbang UAS. Karena UZN lahir 18 Oktober 1965, sedangkan UAS 10 tahun dibawah itu. Tapi UZN dan UAS, sama sama berpendidikan tinggi.

Ustadz Zakir Naik, memulai pendidikan di St. Peter's High School (ICSE) di Mumbai. Dari sana ia masuk di Kishinchand Chellaram College dan Topiwala National Medical College,  sekolah ilmu kesehatan. Kemudian UZN melanjutkan ke University of Mumbai, jurusan Kedokteran dan memperoleh gelar MBBS (Bachelor of Medicine Bachelor Of Surgery).

Tahun 1991, dia memutuskan berhenti sebagai dokter dan beralih menjadi pendakwah Islam. Di negaranya India, Islam adalah minoritas. Karena minoritas, Islam sering tertekan dan ditekan. Terinspirasi dari seniornya, Ahmed Deedat,  UZN kemudian belajar sungguh sungguh tentang Al Quran dan Hadis serta ilmu perbandingan agama. Tujuannya menjadi pendakwah, agar  Muslim bangga dengan agamanya,  dan mengubah pandangan negatif tentang Islam oleh banyak orang anti-Islam di negaranya maupun di dunia. Di mata sebagian orang,  Islam adalah agama para "Teroris".

UZN seperti halnya UAS, adalah seorang hafidz (hapal Al Qur'an) dan juga Hadis. Bahkan UZN memahami Kitab Suci Injil, Zabur, Taurat dan Weda. Karena itu, ketika dia berdiskusi dg para ahli agama lain, UZN jarang bisa ditaklukkan. Karena dia memang memiliki ilmu tentang hal itu. Kelebihan UZN yang lain, dia memiliki Stasiun Televisi sendiri, yang menyiarkan dakwah dakwahnya. Sekaligus stasiun ini sebagai bukti pada dunia, bahwa sebagian ahli agama di luar Islam, tidak memahami tentang agamanya sendiri, apalagi soal Islam.

Kelebihan lain, UZN setiap berceramah, selalu dihadiri ribuan orang. Tak hanya di India, UZN sudah berdakwah hampir di separuh kota kota besar di dunia. Bahkan dari ribuan jemaah yang hadir, tidak saja dari kalangan Islam, tapi juga dari agama Yahudi, Kristen, Hindu, Budha bahkan mereka yang tak punya agama. Dia selalu mengatakan bahwa agama yang terbaik di sisi Allah SWT setelah para Rasul dan Nabi sebelumnya, adalah Islam. Karena inilah UZN sering dikecam agama lain. Namun dibalik itu, UZN juga sudah meng-Islam-kan ribuan orang pula.

Lalu kenapa saya ingat Ustadz Abdul Zakir Naik kala menulis nasib Ustadz Abdul Somad?  Sederhana juga jawabnya. Selain UAS mengakui sangat mengagumi UZN, ada kesamaan lain antara keduanya. Bila UZN ceramah dihadiri ribuan jemaah, begitu juga dengan UAS. Bila UZN berceramah disiarkan secara langsung oleh PEACE TV miliknya, UAS juga memiliki jaringan siaran langsung UAS Televisi. Bila UZN mengatakan, agama yang terbaik di sisi Allah SWT adalah Islam, begitu juga dengan UAS.  Bila UZN berpendidikan tinggi, UAS juga adalah tamatan Al Azhar University Kairo Mesir dan Megister Hadis dari University of Maroko. Dan bila UZN dicekal di Inggris, Amerika dan Palestina, maka UAS juga diusir balik dari Hongkong.

Memang, menyamakan jam terbang UZN dan UAS taklah seimbang. Karena UZN jauh lebih dulu dikenal umat dan menjadi pendakwah ketimbang UAS. Tapi nasib yang sama kini menimpa mereka. Keduanya diusir hanya untuk berdakwah tidak saja di negerinya, tapi juga di negara orang. Dan lebih hebat lagi, keduanya disamakan dengan; Teroris. Allahu Akbar! ***

Penulis: H. Dheni Kurnia adalah seorang Penyair, Wartawan Senior serta Pemegang Sabuk Hitam Dan V Karate-do TAKO Indonesia.



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Tokoh

Fatimah Azzahra Curiga pada Negara

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:01:12 WIB

PELITARIAU.com - Pernah mendengar orasi Fatimah Azz.

Tokoh

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:13:48 WIB

PELITARIAU.com - KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan s.

Tokoh

Duka atas Kebakaran SMA Negeri 1 Meranti dan Harapan Transparansi

Kamis, 02 Oktober 2025 - 14:23:45 WIB

PELITARIAU.com - Kebakaran yang melanda SMA Negeri .

Tokoh

Risnandar Mahiwa Pj Walikota, Terbukti Korupsi dan Dilupakan Masyarakat

Ahad, 28 September 2025 - 23:18:20 WIB

PELITARIAU.Com - Sudah jatuh ditunggu kaca. Itu slogan anak-anak muda sekarang. .

Tokoh

Harlah KNPI, Iyai Mirza Berikan Kesempatan Pemuda Lampung Berpartisipasi Bangun Ekonomi Daerah

Kamis, 31 Juli 2025 - 21:08:57 WIB

PELTARIAU, Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak pemuda di .

Tokoh

Konsistensi ASEAN dalam Mendukung Palestina

Rabu, 09 Juli 2025 - 13:36:37 WIB

PENDERITAAN bangsa Palestina masih menjadi salah satu persoalan paling krusial d.

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 2 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 3 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 4 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 5 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 6 Peringati Hari Bhayangkara Ke -80, Polres Meranti Gelar Donor Darah Bersama Lintas Instansi
  • 7 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved