Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sepekan Tinggal Di Pengungsian, Korban Banjir Merasa Terbantu Dengan Adanya Perhatian Pemkab Inhil
PELITARIAU, Inhil - Sudah sepekan lamanya masyarakat Dusun Cabang Galah, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, tinggal di pengungsian sejak bencana banjir melanda wilayah tersebut. Selama di pengungsian, mayoritas masyarakat korban banjir merasa sangat terbantu dengan adanya perhatian berupa pemberian bantuan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Di posko pengungsian yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil, masyarakat korban banjir menerima berbagai bentuk bantuan yang dimulai dari tahap evakuasi korban banjir, pendirian tenda pengungsi, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan logistik untuk kebutuhan harian yang silih - berganti datang ke posko pengungsian.
Arifin, salah seorang warga Dusun Cabang Galah yang turut mengungsi mengatakan, selama Dirinya dan Keluarga tinggal di posko pengungsian, Ia merasa sangat terbantu dengan bantuan oleh Pemerintah Daerah, yang mencakup kebutuhan akan makanan dan logistik lainnya.
"Selama kami di pengungsian (kebutuhan harian, red) sangat mencukupi, serta pelayanan kesehatan yang diberikan Pemerintah Daerah juga terasa sudah memadai," ungkapnya kepada awak Diskominfops - Pers yang terjun ke lokasi pengungsian guna memantau kondisi para pengungsi, Minggu (15/10/2017).
"Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati atau Pemerintah Daerah yang telah banyak membantu kami, baik dari evakuasi dan semua keperluan kami di pengungsian, seperti logistik, air bersih, dan pelayanan kesehatan yang diberikan" imbuh Arifin.
Jumiati, Seorang Ibu yang memiliki anak balita dan menjadi pengungsi uga menyatakan, hampir semua keperluan telah dipenuhi. Bahkan, menurutnya, keperluan untuk bayi dan balita, seperti ayunan dan lain sebagainya juga disediakan oleh pihak Pemerintah Daerah.
"Selama kami di pengungsian apa keperluan kami dipenuhi oleh Pemerintah Daerah. Kami ucapkan juga terimakasih kepada Ibu Hj. Zulaikha Wardan, yang memberikan kami bantuan keperluan balita berupa ayunan, susu, dan pempes untuk kebutuhan anak kami," tutur Jumiati.
Kepala Desa Mumpa, Jumrani mengungkapkan rasa terima kasihnya atas segala bentuk bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil sehingga membuat beban yang diderita oleh masyarakat yang tertimpa musibah menjadi sedikit ringan.
"Saya mewakili seluruh masyarakat yang tertimpa musibah, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah membantu sejak awal datangnya musibah banjir, seperti dalam hal evakuasi, penyediaan kebutuhan logistik, serta pelayanan kesehatan," ucapnya.
Jumrani mengaku, jika tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah, pihaknya dari Pemerintahan Desa dapat dipastikan tidak akan mampu dan kewalahan menangani para warga yang tertimpa musibah banjir.***Bud/Adv
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









