Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1106 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5304 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Mantap, Pelajar Indonesia Raih Empat Medali Olimpiade Lingkungan Hidup di Kenya
ilustrasi@net
PELITARIAU, Jakarta - Tim Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu pada Olimpiade Lingkungan Hidup bertajuk "Golden Climate International Environmental Project Olympiad" (GCIEPO) 2017 di Kenya
Seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Nairobi yang diterima di Jakarta, Rabu, ajang kompetisi internasional untuk pelajar itu dilaksanakan di salah satu sekolah internasional di Nairobi, Kenya, pada 7-10 April 2017.
Empat tim pelajar yang mengikuti kompetisi tersebut berasal dari dua sekolah di Yogyakarta, SMU Kesatuan Bangsa dan SLTP Islam Al Azhar-26. Mereka berjaya di antara total 180 proyek yang dilombakan dari sekitar 350 peserta yang datang dari 22 negara.
Enam kategori perlombaan meliputi pertanian, energi, teknik, lingkungan hidup, desain lingkungan hidup, dan kategori junior.
Tim SLTP Al Azhar-26 berhasil merebut medali emas di kategori junior untuk karya lembar kayu lapis dari ampas tebu.
Sementara itu, tim SMU Kesatuan Bangsa mendapat medali perak di kategori lingkungan hidup dengan penemuan anti-bakteri dari pelepah pisang Ambon untuk kloset.
"Saya berkeliling di daerah sekitar saya, dan saya temukan banyak pelepah pisang Ambon yang bisa digunakan," ujar Savira, pelajar SMU Kesatuan Bangsa yang mengikuti olimpiade tersebut.
Tim lain dari SMU Kesatuan Bangsa juga berhasil meraih medali perak untuk kategori desain lingkungan hidup, dengan penemuan masker pelindung bagi perokok pasif dari kain yang berisi arang batok kelapa.
Kemudian, satu medali perunggu diperoleh untuk kategori desain lingkungan hidup dengan karya batu bata yang terbuat dari limbah styrofoam dan arang.
Partisipasi Indonesia dalam olimpiade lingkungan hidup itu merupakan yang kedua setelah tahun lalu. Pada kompetisi tahun lalu tim Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu, seperti dilansir antara, Rabu (12/04/2017).***PRC
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








