Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Hilangkan Perang Tarif Taksi Online Melalui Revisi Permenhub, Ini Kata Menhub
PELITARIAU, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menghilangkan perang tarif pada taksi online melalui revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Dengan itu, maka iklim bisnis akan terjaga.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, revisi tersebut memuat beberapa filosofi yakni, keselamatan, pelayanan, dan kesetaraan. Terkait kesetaraan, Budi Karya menjelaskan selama ini ada praktik bisnis kurang sehat karena adanya perang tarif seperti diskon yang diberlakukan oleh penyedia jasa tersebut.
"Sekarang ini ada iklim kurang sehat kompetisi, dengan melakukan suatu diskon dan sebagainya. Ini kan membuat struktur pembiayaan atau struktur investasi tidak baik. Tapi kalau kita koordinir suatu skema yang baik ada pola pembatasan tarif dengan sendirinya tidak terjadi suatu perang tarif. Kalau perang tarif tidak terjadi iklim usaha akan lebih baik," jelas dia di Ritz Carlton Jakarta, Rabu (22/3/2017).
Budi Karya mengatakan, pengaturan tarif itu akan diserahkan ke pemerintah daerah. Dengan adanya pembatasan tarif ini maka tak ada pihak yang dirugikan. Kemudian, akan membuat selisih tarif baik taksi online dan konvensional tak terlalu jauh.
"Dua-duanya (berubah), kalau saya lihat online naik sedikit karena nggak perang tarif. Konvensional ada reduksi," jelas dia.
Budi Karya menambahkan, dengan revisi aturan itu maka juga memberikan kesempatan taksi konvesional. Namun, menurut Budi Karya taksi konvensional juga harus berbenah diri.
"Secara online dengan konvensial, online tidak mendominasi semuanya memberikan kesempatan bagi operator konvensional dengan caranya sendiri. Tapi di sisi lain, dengan kemajuan online keharusan angkutan konvensional melakukan improvement, apakah dia jadi online juga, apakah servis bagus sehingga konsumen merasakan tambahan," tandas dia, sebagaimana diberitakan liputan6, Rabu (22/3/2017).***PRC
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








