Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kunjungi RSUD Raja Musa, Sekda : Masyarakat Sini Sangat Membutuhkan Perawatan
PELITARIAU, INHIL- Mengingat kondisinya yang jauh dari ibukota kabupaten dan ditempuh melalui jalur perairan, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan memprioritaskan penambahan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Musa Sungai Gutung, Kecamatan Kateman.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Inhil, H Said Syarifudin saat meninjau RSUD Raja Musa dan bersilaturrahmi dengan petugas Program Nusantara Sehat usai upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional dan upacara 17 Hari Bulan di halaman balai rakyat Kecamatan Kateman, belum lama ini.
Dikatakan Sekda Said, berdasarkan laporan yang diterima dan hasil peninjauan langsung, diketahui bahwa kondisi bangunan dan peralatan medis di RSUD Raja Musa sudah cukup baik, hanya saja masih kekurangan tenaga kesehatan.
Inilah yang harus dicari terobosannya, bagaimana Pemda bisa menambah tenaga kesehatan, seperti Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, Perawat dan Bidan. Apalagi Guntung Kecamatan Kateman ini jauh dari Kota Tembilahan dan hanya bisa ditempuh menggunakan speedboad.
"Masyarakat disini sangat membutuhkan perawatan dan pelayanan kesehatan yang memadai, karena itu Pemda harus mendukung keberlanjutan dari rumah sakit ini," kata Sekda Said.
Direktur RSUD Raja Musa, dr Afrizal menjelaskan, rumah sakit Tipe D yang berdiri sekitar 5 tahun silam atau tepatnya pada 5 April 2011 ini, diharapkan dapat menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan untuk wilayah Inhil bagian utara.
"Fasilitas atau unit pelayanan yang ada sekarang adalah UGD 24 jam, poli umum, poli gigi, poli spesialis anak dan spesialis penyakit dalam, rawat inap untuk kelas 3 dan kelas 1, pelayanan rontgen, laboratorium, kebidanan dan lain-lain," terang Afrizal.
Sedangkan masalah yang dihadapi, diantaranya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu belum adanya spesialis yang tetap, karena yang ada sekarang adalah residen senior spesialis yang dikontrak, sehingga perlu ditambah dokter atau residen kebidanan. Apalagi mengingat tingginya kasus rujukan pasien kebidanan ke Tembilahan atau ke Kepulauan Riau (Kepri).
"Untuk tenaga kesehatan yang ada sekarang, yakni tenaga dokter umum 4 orang, spesialis 2 orang, dokter gigi 1 orang, petugas labor 3 orang dan fisioterapi 1 orang. Dimana, jumlah semua staf medis dan paramedis 80 orang," tambahnya seraya mennyatakan bahwa PNS yang ada sebanyak 29 orang.
Selanjutnya, Afrizal berharap agar keberadaan RSUD Raja Musa bisa dipertahankan dan jangan dijadikan sebagai Puskesmas atau Rumah Sakit yang tipenya diturunkan dari saat ini, karena ada wacana dari BPJS akan merekomkan Rumah Sakit menjadi Tipe D Pratama.
"Jadi, berharap betul dengan Pak Sekda supaya RSUD Raja musa ini tetap RSUD Tipe D, jangan sampai turun kelas menjadi Puskesmas atau Rumah Sakit Tipe D Pratama. Serta semua kekurangan sekarang, bisa menjadi prioritas Pemda untuk melengkapinya," imbuhnya.***Bud/Adv
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.








