Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Lemkapi Meminta Polri Menindak Pelaku Provokasi di Medsos
PELITARIAU, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta Polri terus bekerja dan menindak pelaku provokasi dengan mengeluarkan ujaran kebencian yang marak terjadi di media sosial menjelang demonstrasi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016.
Mantan Komisioner Kompolnas itu mengapresiasi langkah Polri yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) dengan menutup sejumlah website yang kerap melakukan provokasi di balik kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Saya kira polisi terus bergerak dan Polda Metro juga terus bekerjasama Kominfo dan itu bagus dan saya berharap polisi tidak boleh membiarkan banyak ujaran kebencian di medsos, apalagi menyampaikan pesan yang provokasi jangan biarkan itu terjadi karena menghasut," kata Edi saat berbincang dengan Okezone, Senin (28/11/2016).
Edi menambahkan, Tim Cyber Bareskrim Polri juga harus bekerja ekstra maksimal agar medsos tak membuat gaduh terkait rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang akan menggelar ibadah Salat Jumat di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada demo 2 Desember yang salah satunya menuntut agar Ahok ditangkap dan ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya kira Tim Cyber sudah ada yang diproses seperti yang kemarin dan harus lebih maksimal untuk proses siapa saja yang melakukan ujaran kebencian. Apalagi melakukan fitnah karena itu membuat situasi tidak kondusif," tegasnya.
Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan agar masyarakat menggunakan media sosial dengan cerdas dan menghindari aksi saling menghujat. Ia prihatin dengan penyalahgunaan medsos yang marak sekarang ini.
"Dalam tiga minggu belakangan yang ada di medsos adalah saling menghujat, ejek, memaki, fitnah, adu domba. Banyak berita bohong, itu bukan nilai Islami kita, bukan tata nilai keindonesiaan kita," kata Jokowi saat membuka Kongres XVII Muslimat NU di Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis 24 November 2016.
Bukan hanya ujaran kebencian, menurut Jokowi, media sosial juga menjadi sarang pornografi jika tak digunakan dengan bijak. Hal inilah yang berpotensi merusak budi pekerti anak-anak Indonesia.
"Anak-anak kita baik mulai dari PAUD, TPA, Madrasah kita ingatkan, menggunakan medsos utk kepentingan yang positif," ujar dia.***(r 10)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








