Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Utang Pemerintah Terkait Proyek e-KTP Mencapai Rp1,17 Triliun
PELITARIAU, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang kepada perusahaan asing terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sebesar US$90 juta atau sekira Rp1,17 triliun (asumsi kurs Rp13.000 per dolar AS).
Utang tersebut kata Tjahjo diketahui sudah ada sejak ia mulai dilantik sebagai menteri Oktober dua tahun silam.
Adapun perusahaan asing itu merupakan perusahaan subkontrak swasta asal Amerika Serikat yang bekerjasama dengan konsorsium pemenang tender proyek KTP elektronik.
"Begitu menjadi menteri, saya sudah dihubungi oleh perusahaan itu. 'Pak Menteri, kementerian Anda, masih berhutang kepada saya'," kata Tjahjo di Gedung DPR dikutip CNN Indonesia, Jakarta, Rabu (23/11).
Tjahjo enggan mengungkap identitas perusahaan asing tersebut. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kata dia, tengah menangani kasus ini.
Politikus PDIP ini juga berkata, pihaknya terus berkonsultasi dengan KPK terkait hal tersebut. Sebab, ia khawatir ada risiko penyalahgunaan data kependudukan Indonesia yang juga dipegang oleh perusahaan asing tersebut.
"Bisa tahu-tahu ada orang yang punya paspor pakai data Anda. Bukan nama saja, lengkap. Sampai iris mata, sidik jari," kata Tjahjo.
Data yang dipegang oleh perusahaan tersebut, kata Tjahjo, berjumlah 110 juta data. Tjahjo menyayangkan, pemerintah tak dapat menganggarkan pembayaran utang sebesar US$90 juta itu lantaran sudah menjadi tanggungjawab konsorsium.
Tjahjo menambahkan, pihak KPK juga pun telah melarang pemerintah untuk membayar utang tersebut. Dengan demikian, perusahaan asing itu harus meminta pembayaran dari konsorsium.
"Saya terus berusaha mencari jalan keluar. Tapi saya juga tidak mau kena risiko hukum nantinya. Saya terus berkonsultasi dengan KPK. Katanya KPK, enggak bisa Kemendagri menganggarkan ulang," ujar Tjahjo.***(r 10)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








