Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Presiden Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Ketiga di Dunia
PELITARIAU, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir masuk dalam peringkat ketiga tertinggi di dunia.
"Kita termasuk ketiga tertinggi dunia, setelah China, India, dan kita," ujarnya dalam sambutan silaturahmi dengan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Bidakara Pancoran Jakarta Selatan, seperti dikutip Antara, Minggu (13/11).
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak semua komponen bangsa untuk bersyukur karena di tengah perlambatan ekonomi dunia, Indonesia mengalami pertumbuhan.
"Pertumbuhan ekonomi dunia berdasar perkiraan Bank Dunia akan melambat menjadi 3,1 persen dari 3,5 persen tahun 2016. Ini tantangan yang harus kita hadapi," tutur Jokowi dalam Rapimnas PAN yang diikuti sekitar 1.500 peserta.
Ia menyebutkan, di tengah perlambatan ekonomi dunia, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 mencapai 4,91 persen. Kemudian, pada kuartal II 2016 sebesar 5,18 persen, dan kuartal III 2016 sebesar 5,02 persen.
"Kita bersyukur, kita termasuk ketiga tertinggi," terangnya.
Menurut Jokowi, berbagai indikator menunjukkan perbaikan, seperti angka kemiskinan, angka pengangguran, dan angka kesenjangan.
"Angka kemiskinan, meski kecil, mengalami penurunan. Pengangguran juga turun, padahal negara yang lain melonjak. Gini ratio juga membaik, jangan naik lagi. Sudah 0,397, sekecil apapun harus turun," imbuh dia.
Ia menjelaskan, angka inflasi dalam dua tahun terakhir juga bisa dikendalikan dengan baik. "Tahun lalu mencapai 3,5 persen, tahun ini diperkirakan mencapai 3,0 persen. Ini artinya, kenaikan harga barang bisa dikendalikan," ucapnya.
Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berarti jika inflasi juga tinggi.
"Kalau pertumbuhan ekonomi 5,0 persen, inflasi 3,0 persen, masih ada selisih 1,5 persen, tapi kalau pertumbuhan ekonomi 5,0 persen, sementara inflasi 8,0 persen, itu artinya kita tekor," pungkasnya. ***(prc)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








