Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Daftar Pemilih Sementara Pilkada DKI Capai 7,1 Juta Pemilih
PELITARIAU, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jakarta selesai merekapitulasi daftar pemilih sementara Pilkada 2017. Secara keseluruhan, ada sekitar 7,1 juta warga DKI Jakarta yang akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur.
Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilaksanakan di Hotel Acacia, Rabu malam (2/11), sebanyak 7.132.856 warga DKI tercatat terdaftar sebagai pemilih, dengan total tempat pemungutan suara (TPS) sementara yang ditetapkan mencapai 13.067.
Pemilih terbanyak berada di Jakarta Timur, dengan jumlah 1.989.106 orang untuk 3.681 TPS. Diikuti oleh jumlah pemilih di Jakarta Selatan yang mencapai 1.599.920 jiwa di 3.033 TPS.
Adapun, Jakarta Pusat mencatat 757.898 orang terdaftar sebagai pemilih di 1.237 TPS, 1.099.169 pemilih di 2.142 TPS Jakarta Utara, dan 1.669.351 pemilih di 2.934 Jakarta Barat. Terakhir, di Kepulauan Seribu terdapat 17.412 pemilih untuk 44 TPS.
Daftar Pemilih Sementara ini bakal diumumkan kepada masyarakat pada 10-19 November nanti. Pengumuman akan ditempel di kantor kelurahan dan rukun warga. KPU mengimbau, warga yang belum terdaftar untuk melapor ke petugas KPU di kelurahan setempat.
Jika dibandingkan dengan Daftar Pemiih Sementara pada pemilihan presiden yang sebanyak 8,2 juta, pemilih terdaftar pada pemilihan gubernur ini lebih sedikit. Salah satu penyebabnya dipicu banyaknya warga ibukota yang berpindah tempat tinggal akibat penggusuran.
Masyarakat yang pindah itu tak terdata di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Komisioner KPU DKI Dahliah Umar mengatakan, saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), petugas KPU kerap menemukan data warga yang sudah tidak menempati kediaman lamanya.
“Jadi, kalau dalam data itu ada (identitas penduduk), tetapi begitu kami temui rumahnya sudah digusur, sudah pindah atau sudah dijual, atau sudah tidak ada lagi orangnya itu. Ya, harus dihapus, karena yang bersangkutan tidak bisa ditemui atau tidak bisa dikonfirmasi,” tutur dia dikutip CNN Indonesia.
Selain faktor perpindahan tempat tinggal akibat penggusuran, KPU juga menemui banyak penduduk yang telah wafat, namun masih terdata di Daftar Penduduk Potensial Pemilih pada Pemilu (DP4).
Jumlah penduduk yang meninggal dan berpindah tempat tinggal bahkan disebut lebih banyak dibandingkan para pemilih baru dalam Pilkada 2017. Karena faktor itu, jumlah pemilih di Pilkada ibukota, awal Februari mendatang diperkirakan menurun.
“Jadi, identitas yang dihapus itu lebih dari 300 ribu, karena kemudian banyak juga warga yang belum terdaftar kemudian kita data lagi dan muncul-lah angka sekitar 7,1 juta (pemilih dalam DPS),” pungkasnya.***(r 19)
DPRD Riau Turun ke Warga: Ginda Burnama Sosialisasikan Ranperda RT RW di Marpoyan Damai
PELITARIAU, PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama ST MT, mengg.
Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan
PELITARIAU, Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK men.
Polres Pelalawan Gerebek Rumah Kontrakan di Rawang Sari, 28 Paket Sabu Disita
PELITARIAU, Pelalawan - Sat Resnarkoba Polres Pelalawan kembali menggagalkan per.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Gelar Berbuka Puasa Bersama Dan Santuni Puluhan Anak Yatim
PELITARIAU Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau .
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto: Konferda Momentum Untuk Memperkuat Akar Rumput Partai dan Kader
PELITARIAU, Pekanbaru – Sabtu (22/11/2025) bertempat di Hotel Labersa Se.
Drs H Asra Faber MM: Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kendalikan
PELITARIAU, Sumbar - Orang baik, harus paham mengenai politik. Jika tidak,.








