Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
THL Dispas Pekanbaru Mogok Kerja Akibat Pemotongan Gaji
PELITARIAU, Pekanbaru - Seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) bagian operasional di Dinas Pasar Kota Pekanbaru melakukan aksi mogok kerja, mulai kemarin Rabu, 19 Oktober 2016. Ini merupakan sebagai bentuk aksi protes yang mereka lakukan karena adanya pemotongan gaji yang diterima selama tiga bulan belakangan ini.
Salah seorang petugas OP Dispas Kota Pekanbaru menyebutkan, sebelum adanya pemotongan gaji, setiap bulan untuk mandor atau pengawas menerima gaji sebesar Rp 2,8 juta, Supir Rp 2,6 juta dan petugas kebersihan pasar sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru.
"Kita mogok kerja hari ini, karena gaji kita dipotong, semua petugas THL gajinya disama ratakan yakni sebesar Rp 1,5 juta. Jumlah tersebut kita nilai tidak sesuai dengan beban kerja yang dilakukan." Keluhnya, Kamis (20/10).
Sambung dia, anehnya gaji tenaga harian kebersihan yang bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru tak mengalami pemotongan. Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi dirinya.
"Kalau gaji tenaga kebersihan di DKP tidak dipotong, kami kok dipotong padahal juga kerjaan sama-sama menjaga kebersihan hanya tempatnya saja yang berbeda. Kita menjaga kebersihan dipasar." Jelasnya
Diakuinya pembayaran gaji berjalan lancar setiap bulannya, hanya ia merasa keberatan dan menilai pemotongan gaji tersebut tak wajar, karena jumlahnya jauh dibawah UMK Pekanbaru. Untuk itu dia meminta kekurangan pembayaran gaji segera dilunasi.
"Gaji kita bayar jauh dibawah UMK Pekanbaru, ini kan tidak wajar, jadi apa gunanya UMK yang ditetapkan Pemko, kalau tidak cabut aja UMK tersebut, kami terima gaji yang dibayarkan sekarang. Kita menuntut kekurangan gaji segera dibayarkan." Ucapnya lagi
Mengenai permasalahan ini Dia menyebutkan sudah menyampaikan ke Kepala Dispas Kota Pekanbaru. Akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan kapan sisa kekurangan gaji tersebut dibayarkan. "Kita sudah sampaikan ke Pak Kadis, tapi hingga kini belum ada kejelasan pembayaran, beliau menyebutkan akan menyampaikan ke Pak Sekda dan Walikota. Dan menjanjikan waktu satu hingga dua hari. Tapi tak kunjung ada jawaban." Sebutnya
Terakhir kata dia, apabila dalam beberapa hari kedepan tak kunjung ada kejelasan pembayaran sisa gaji, maka dirinya dan kawan-kawan akan mengadukan permasalahan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru. "Kita tunggu satu sampai dua hari kedepan jika tak ada kejelasan maka kita berencana akan mengadukan ke DPRD Pekanbaru." Tegasnya
Terpisah, Kepala Dispas Kota Pekanbaru, Mahyudin ketika dijumpai di Kantornya enggan memberikan keterangan terkait persoalan ini, Ia mengatakan sedang sibuk. "Saya lagi sibuk, nggak sempat," tutupnya. ***(al)
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.








