Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sekda Pekanbaru Segera Panggil Kadiskes Terkait Meningkatnya DBD
PELITARIAU, Pekanbaru - Tidak mau berlarut - latar akibat terus bertambahnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru. Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, HM Noer MBs segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru.
Sekdako mengatakan, dalam penanganan masalah yang serius, seperti DBD, pimpinan Satuan Kerja (Satker) harus bisa mencari solusi yang cepat dan tepat. Sehingga jumlah kasus DBD tidak terus meningkat seperti yang terjadi saat ini.
"Makanya ada APBD Perubahan, di sana kita alokasikan anggaran yang sifatnya mendesak dan dibutuhkan," kata M Noer di Pekanbaru, Kamis (6/10/2016)
Lanjutnya, seharusnya, kalau memang anggaran habis, Satker bisa saja memakai mata anggaran dari APBD Murni digeser untuk memenuhi kebutuhan. "Diusulkan tambahan di APBD Perubahan," kata M Noer gusar.
Padahal, M Noer mengaku sudah menyampaikan ke Diskes Pekanbaru permasalahan anggaran tersebut. Tapi, ia belum tahu apakah Diskes sudah mengajukan usulan di APBD Perubahan.
Ia berjanji akan segera memanggil Kepala Diskes Pekanbaru melalui Asisten IV untuk penanganan kasus DBD. Ia pun terlihat kaget ketika mengetahui kasus DBD sudah hampir menyentuh 800 kasus dengan korban meninggal 10 orang.
"Saya tidak pantau lagi apakah jadi diusulkan tambahan atau bagaimana," ujar M Noer.
Diberitakan sebelumnya, sampai hari ini, yang terjadi merupakan kasus DBD tertinggi selama empat tahun terakhir. Tahun 2013 tercatat hanya 113 kasus, lalu meningkat di tahun 2014 menjadi 209. Kasus DBD terus bertambah menjadi 502 kasus di tahun 2015.
Tahun 2016 yang masih berjalan sembilan bulan, kasus DBD sudah mencapai 793 kasus. Melihat kondisi cuaca, kemungkinan kasus DBD masih bisa bertambah. Upaya Diskes mengurangi penyebaran DBD, diklaim sudah dilakukan semaksimal mungkin. Tapi nyatanya, tahun 2016 ini rekor tertinggi penyebaran DBD.
"Keterbatasan kader, alat foging, obat dan luas wilayah Pekanbaru menjadi sedikit kendala bagi kami," kata Kepala Diskes Pekanbaru, Helda S Munir.***(al)
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.








