Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mentri LHK Targetkan Restorasi 1,65 Juta Hektare Hutan Rusak 2019
PELITARIAU, Jambi - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebutkan, Indonesia menargetkan restorasi ekosistem 1,65 juta hektare hutan rusak pada tahun 2019.
"Pemerintah merasa penting untuk merestorasi hutan yang sudah rusak. Sebab itu, kita terus menggali dan mengkaji regulasi ke depannya," kata Menteri Siti dalam kunjungan kerjanya di kawasan "Hutan Harapan" di Batanghari Provinsi Jambi dikutip Beritasatu, Rabu (28/9).
Hutan Harapan merupakan kawasan restorasi pertama kali di Indonesia yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki). Sebab itu, pihaknya terus menggali dari Reki, regulasi apa yang pas digunakan dan harus diselesaikan.
Menteri Siti mengatakan, Reki merupakan kawasan hutan restorasi yang unik yang belum tentu banyak di dunia. Konsep restorasi ekosistem yakni dengan memperbaiki hutan yang sudah rusak. Seperti kawasan Hutan Harapan yang dulunya bekas HPH Asialog.
Sebab itu, Siti berharap kerja sama semua pihak dalam upaya restorasi dan pelestarian hutan. Namun, manajemen Hutan Harapan juga harus memberdayakan masyarakat adat sekitar kawasan.
Dijelaskannya, izin restorasi yang akan dikeluarkan sebanyak 14 izin, yakni di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Namun izin tersebut sedang dalam kajian kementerian.
Sementara itu, Advisor Kemitraan Masyarakat dan Sosial Hutan Harapan Manggara Silalahi mengatakan, 14 konsesi restorasi yang diusulkan itu tidak satu pun yang menyerupai kawasan Hutan Harapan.
Namun Hutan Harapan menjadi pembelajaran bagi konsesi restorasi lainnya dalam mengembangkan dan memperkuat implementasi restorasi di Indonesia.
Manggara mengatakan, beberapa Hutan Harapan sudah dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat suku anak dalam (SAD) Batin Sembilan untuk mencari makan.
Meski demikian, para perambah hutan yang mayoritas berpindah-pindah terus saja mengambil hasil hutan untuk dijual. Sedangkan para SAD Batin Sembilan tak mampu berbuat banyak. Mereka pun hanya bisa pasrah melihat kondisi tersebut.
Manggara tak menampik bahwa sampai saat ini kasus perambahan di "Hutan Harapan" masih saja terjadi. Sekitar 20 persen dari total 98.555 hektare luas konsesi "Hutan Harapan" sudah dirusak.***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








