Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kepala BNN Anggap Kasus Narkoba Gatot Brajamusti Kejahatan Luar Biasa
PELITARIAU, Jayapura – Kasus yang menjerat Gatot Brajamustri mendapat perhatian dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso. Buwas begitu ia disapa menganggap kejahatan yang dilakukan Ketua Parfi terpilih itu dalam kasus narkoba sangat luar biasa.
Dalam kasus ini, Gatot memberikan sabu kepada sejumlah murid spiritualnya tanpa memberitahukan bahwa itu adalah narkoba.
"Dari pengakuan beberapa korban, bahwa mereka disuruh pakai sabu oleh Aa Gatot dengan menyatakan itu adalah makan jin (aspat) padahal narkoba, itu pembohongan dan merupakan kejahatan luar biasa," ujar Budi Waseso, di Jayapura dikutip viva.co.id, Jumat, 9 September.
Untuk itu, sudah selayaknya Gatot dihukum setimpal dengan perbuatannya. "Yang memberi narkoba jelas pelaku kejahatan berat apalagi dengan berbohong tentu lebih berat lagi," ujarnya.
Meski demikian, dalam kasus Gatot, BNN tidak menangani kasusnya, namun hanya sebatas membantu. "Kasus Gaot itu ditangani Polda NTB, BNN hanya membantu laboratorium," ucapnya.
Sedangkan hasil pemeriksan terhadap Reza Artamevia yang juga turut dicokok polisi bersama Gaot, BNN akan kembali melakukan pemeriksaan ulang.
"Pemeriksaan awal terhadap Reza positif, namun pemeriksan ulang negatif, karena itu kami ambil alih penanganannya, untuk kembali memeriksa urine, darah dan rambutnya," kata Waseso.
Menurutnya, Reza tidak ditahan karena tidak ditemukan barang bukti di dirinya. "Kalau tidak ditemukan barang bukti tidak bisa ditahan, hanya diperiksa guna mengetahui sejauh mana mengkomsumsi narkoba, untuk kemudian menentukan berapa lama akan direhabilitasi," kata Buwas.
Gatot ditangkap polisi bersama istri dan sejumlah rekannya, saat pesta sabu di salah satu hotel di Lombok NTB, beberapa hari lalu. Dari hasil pengembangan, Aa Gatot diduga sudah memakai sabu sejak lama, bahkan juga memberikannya kepada sejumlah murid spritualnya saat berguru di padepokannya.***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








