• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2365 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2733 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5284 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sindikat

Mayat Dibawah Tower Di Selatpanjang

Keluarga Tidak Terima Syawal Tewas Karena Mencuri

Redaksi

Rabu, 08 Oktober 2014 17:56:46 WIB
Cetak
Keluarga Tidak Terima  Syawal Tewas Karena Mencuri
Syawal Martadinata Saat Masih Hidup

PELITARIAU, Selatpanjang- Syawal Martadinata, pria kelahiran Selatpanjang 29 Maret 1993, yang ditemukan tewas dibawah tower milik PT Indosat, jalan Yos Sudarso Selatpanjang, Selasa (8/10) kemarin, dikenal sebagai pria pendiam dan pekerja keras.

Kabar penemuan mayat Syawal kemarin cukup mengejutkan masyarakat Kota Selatpanjang, terutama keluarga ibu Sabariah yang merupakan ibu kandung Syawal. Ia tidak menyangka salah satu putranya itu akan pergi selamanya dengan cara yang sangat mengenaskan.

Dimata keluarga maupun teman dekatnya, Syawal dikenal sebagai anak yang tidak banyak bicara, gigih bekerja dan tidak pernah punya masalah. Tak sedikitpun terlintas di fikiran keluarga, bahwa Syawal akan melakukan tindakan pencurian yang mengakibatkan kematian.

Seperti diungkapkankan oleh Ibu Sabariah yang didampingi abang kandungnya, Fani, kepada sejumlah wartawan, di kediaman keluarga, jalan Manggis Selatpanjang, Rabu (9/10)

"Syawal itu anaknya tidak banyak bicara. Kalau berbual (bicara, red) seadanya saja, dia lebih banyak diam. Sejak kecil dia anak yang gigih bekerja banting tulang. Ia memilih bekerja dari pada melanjutkan sekolahnya yang hanya tamatan SMP," ungkap Ibu Sabariah.

Diusia muda, lanjutnya, syawal sudah bekerja di kapal dan sangat jarang ada di Selatpanjang. "Kemarin dia ke Batam berkerja di laundry, lalu dia diajak temannya ke Payakumbuh. Lepas lebaran kemarin, dia pulang ke Selatpanjang lalu bekerja kembali di kapal sebagai KKM," tutur Sabariah.

Oleh karena itu, Sabariah mengatakan dirinya belum bisa menerima jika anaknya dikatakan akan melakukan pencurian di tower telekomunikasi milik PT Indosat. Bagaimana tidak, anaknya itu dikenal sebagai anak yang gigih bekerja dan tidak pernah mengeluhkan kesulitan uang. Bahkan sering ibu Sabariah menyodorkannya uang untuk sekedar membeli rokok, sering kali Syawal menolaknya. Apalagi saat ini ia sedang bekerja memperbaiki mesin kapal milik majikannya yang sudah tiga hari masuk dok.

"Terakhir saya ketemu dia hari minggu, Hari Raya Idul Adha, dia pulang ke rumah tapi cuma sebentar saja. Dan tidak seperti biasanya, dia tidak menoleh ke arah saya, hanya menyapa keponakannnya yang sedang bermain padahal ada kakak, abang dan adik-adiknya sedang ramai berkumpul. Setelah minta keponakannya bersalaman, dia pergi lagi. Saya fikir mungkin dia sibuk dan harus buru-buru kembali lagi untuk memperbaiki mesin kapal," ucap Sabariah.

Ibu Sabariah tidak merasa firasat apa-apa. Perasaan tidak enak hati mulai dirasakan ibu Sabariah pada hari Senin. Karena Syawal tidak pulang ke rumah dan tidak pula mengabari jika ia akan pergi berlayar.

Rasa terkejut dan tidak percaya atas kematian Syawal, turut dirasakan abang kandung Syawal, Fani Indra, warga Desa Alahair Selatpanjang. Menurut Fani yang bekerja di PLN Rayon Selatpanjang itu, sempat mendatangi TKP. Bahkan ia sempat menerima kiriman foto jenazah melalui ponsel yang sudah tersebar luas, namun sedikitpun ia tidak mengenali bahwa jenazah itu adalah adik kandungnya sendiri.

"Saya taunya setelah mendapat telepon dari isteri saya, bahwa ada yang mengabarkan jenazah itu adalah Syawal. Saya langsung menuju ke rumah orang tua saya untuk memastikannnya lagi. Tiba di rumah ibu, saya langsung tanya mana Syawal, adik-adik dan ibu sudah menangis. Tak lama setelah itu ada polisi datang minta keluarga untuk melakukan identifikasi jenazah ke RSUD. Melihat jenazah Syawal yang sudah kaku, saya sempat shok dan sedih," ungkap Fani.

Rasa sedih kehilangan adik tentu tak bisa ia tahan, terlebih lagi, Syawal itu adalah adik yang paling Fani sayang dibandingkan dengan adik-adik yang lainnya. Sejak kecil Fani sering menemani sering menjaga adik Syawal, dan menurutnya Syawal berbeda dengan adik-adik yang lain.

"Syawal itu tidak pernah mengeluh atau merengek mintak uang. Makanya tidak pernah marah dengan Syawal, bahkan saya sering menasehati adik-adik yang lain agar mencontoh Syawal yang tidak pernah menyusahkan orang tua dari sejak kecil, ia mau bekerja dan berusaha untuk mencari uang," ucapnya. Ia pun masih bingung dan heran jika saat ini adik kesayangannya itu dituding melakukan pencurian.

Dijelaskan Fani, ia dan keluarga lainnya tidak meminta pihak Kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Syawal untuk mendapatkan detil penyebab kematian.

"Ketika melihat mata jenazah, saya merasa tidak tega dan sepertinya Syawal berkata kepada saya minta tolong untuk sesegera mungkin dikebumikan, ia rasanya sudah terlalu malu. Makanya kami tidak melanjutkan autopsi terhadap jenazah untuk mengetahui kemungkinan lain dari penyabab kematian Syawal. Biarlah dia tenang di alam sana," kata Fani. (kor. nto)

 

Editorial: Rio Ahmad



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sindikat

Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:44:30 WIB

PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.

Sindikat

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan

Ahad, 28 Juni 2026 - 13:19:08 WIB

PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.

Sindikat

Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:01:17 WIB

PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.

Sindikat

Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:46:24 WIB

PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.

Sindikat

Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam

Ahad, 14 Juni 2026 - 16:38:42 WIB

PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .

Sindikat

Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27:14 WIB

PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.

Terkini

  • +INDEX
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 2 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 3 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 4 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 5 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 6 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 7 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved