Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gedung LAM Pekanbaru Senilai Rp18 M Tidak Terawat
PELITARIAU, Pekanbaru - Kondisi gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Senapelan semakin tidak terawat, Kamis (18/8/2016).
Sekretaris Dewan Pengurus Harian (DPH) DPH LAM Pekanbaru Afrizal Usman menyesalkan atas nasib gedung tersebut. "Sejak Selesai dibangun, sudah 5 tahun dibiarkan kondisinya begitu. Rusak sana sini, mesin pompa hilang, plafon rusak, bahkan listrik diputuskan PLN karena terhutang Rp 30 juta," katanya.
Pemko tidak serius memberikan gedung tersebut kepada LAM Pekanbaru. Buktinya gedung megah yang menelan APBD yang diperkirakan Rp 18 miliar itu dibiar rusak. "Kalau tidak salah saya memang ada satu orang pemuda disekitar situ. Dibayar untuk jaga-jaga. Tetapi kalau sendiri ya begitu, kondisi gedung bisa lihat sendiri, miris kita. Padahal kalau tidak salah pengerjaannya tiga tahun habis Rp 18 miliar," katanya.
Disebutkan Afrizal, Pihak LAM sebenarnya sempat mendapat angin segar ketika Pemko yang diwakili BPKAD, Dinas Cipta Karya melakukan rapat terkait Penyerahan gedung megah tersebut kepada LAM Pekanbaru bersama DPRD. Namun belakangan tindak lanjutnya tidak terlihat. "Kita belum pernah berkantor di situ, biasanya nyewa. Padahal janjinya kita paling lama pada akhir April 2016. Tapi sampai sekarang, belum ada kabar," sebutnya.
Afrizal berharap Pemko Pekanbaru bisa menyerahkan Gedung LAM tersebut secepatnya. Sehingga tidak akan menjadi lapuk, apalagi terbengkalai sebab tidak ada difungsikan. "Tetapi kita tidak bisa memaksa. Tetapi intinya perbaiki dulu gedung itu, baru serahkan ke LAM Pekanbaru. Apalagi kita LAM Perdanya sudah disahkan oleh DPRD," sebutnya.
Sebagai informasi, pembangunan Gedung LAM sudah dilaksanakan sejak masa Walikota Herman Abdullah. Namun belakangan setelah gedung selesai, namun tidak juga bisa difungsikan Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru. Penyebabnya Pemko masih ada piutang senilai Rp 1,8 miliar kepada Pihak kontraktor.***(al)
Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Semangat membara mengiringi keberangkatan kontingen E.
Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru menerima kunjungan Tim Asistensi da.
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Atas Temuan Pada Dinas PUPR
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut
PELITARIAU,Meranti - Berlarut larutnya dan belum ada kesepakatan persoalan perja.
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.








