Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Masyarakat Takut Melaporkan Kasus Narkoba Bila Laporan Haris Azhar Tidak Dicabut
PELITARIAU, Yogyakarta -Kasus yang tengah membelit Koordinator KontraS, Haris Azhar, juga mendapat perhatian Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini meminta, ketiga institusi yakni Polri, TNI dan BNN mencabut laporannya.
Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, Haris Azhar dilaporkan ketiga institusi tersebut menyusul cuitannya terkait adanya oknum BNN, TNI dan Polri yang ikut membantu peredaran narkoba di Indonesia.
Cuitan Azhar itu berdasarkan pengakuan gembong Narkoba, Fredy Budiman sebelum dieksekusi mati beberapa waktu lalu. Namun Haris kini justru menjadi sasaran tembak ketiga institusi tersebut.
"Namun sekali lagi itu hak dari Polri, BNN dan TNI mencabut laporannya karena itu delik aduan," ujarnya disela-sela peresmian Jogja Sport Clinic di Yogyakarta dikutip viva.co.id, Minggu, 7 Agustus 2016.
Menurut dia, jika Polri, TNI dan BNN tidak mencabut maka akan ada ketakutan dari masyarakat untuk melaporkan tindak pidana narkoba yang bisa saja dilakukan oleh seorang pejabat.
"Pemberantasan narkoba ini kan tidak hanya aparat saja namun dengan masyarakat. Kalau masyarakat takut melapor karena akan dikriminalisasi maka pemberantasan narkoba sulit dilakukan," ujarnya menambahkan.
Ironisnya, ketua BNN saat ini, Budi Waseso alias Buwas juga mengakui dalam beberapa kesempatan, bahwa ada oknum yang terlibat dalam peredaran narkoba. Hal itu juga diketahui Mahfud MD.
"Budi Waseso sendiri mengakui di salah satu gang di Jakarta itu banyak narkoba namun untuk memberantasnya sulit karena adanya keterlibatan aparat penegak hukum," katanya.
Lebih jauh Mahfud mengatakan, jika laporan BNN, Polri dan TNI tersebut tidak dicabut, maka aparat Kepolisian harus memprosesnya sampai ke meja hijau dan biar nanti hakim yang akan memutus bersalah atau tidak.
"Kalau saya sekali lagi berharap tiga institusi tersebut legowo mencabut laporannya dan mengungkap kebenaran apa yang dikatakan oleh Haris di media sosial seperti pengakuannya Fredy Budiman yang telah tewas dieksekusi."***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








