• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2747 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5303 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Pendidikan
  • Indragiri Hulu

Pergantian Menteri Pendidikan Nasional Menyisakan Kekecewaan

Rio Ahmad

Jumat, 29 Juli 2016 06:43:39 WIB
Cetak
Pergantian Menteri Pendidikan Nasional Menyisakan Kekecewaan
Mantan Menteri Pendidikan Nasional Anis Baswedan

PELITARIAU.COM - Ternyata Reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan rupanya masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi sebagian publik dan netizen. Reaksi kekecewaan terbesar adalah digantinya Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Publik percaya bahwa dilengserkannya Anies Baswedan ini lebih disebabkan oleh dinamika politik praktis, bagi-bagi kekuasaan dan bukan persoalan kinerja apalagi strategi kebijakan pendidikan nasional.

Anies Baswedan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama ini dinilai publik telah berusaha melakukan perbaikan fundamental, khususnya pada kultur, pendekatan pedagogi dan mentalitas pendidikan nasional.

Terlepas dari apa yang menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dan semua kontroversi yang menyertai, pergantian seorang menteri pendidikan dan kebudayaan di tengah jalan bukanlah sebuah pilihan dan strategi yang ideal di dalam kebijakan pendidikan nasional. Apalagi bila agenda reformasi untuk membenahi kultur dan mentalitas pendidikan sedang dilakukan.

Tidak ideal, karena pembenahan dan reformasi pendidikan dasar dan menengah selalu membutuhkan waktu dan jaminan kontinuitas di dalam ideologi, konsep dan rencana jangka panjang.

Mengganti seorang menteri yang on track menjalankan pembaharuan dalam bidang pendidikan selama 20 bulan berisiko akan mencederai pendidikan nasional secara luas, dan bisa menjadi indikasi bahwa sektor pendidikan bukanlah prioritas penting dan strategis Kabinet Kerja, apalagi bila ini dilakukan dalam kepentingan politik praktis.

Harus kita akui bahwa nalar bisnis dan kekuasaan sudah menjadi nalar masyarakat di dalam memahami pendidikan. Nalar ini tumbuh ketika pemahaman, kebijakan dan pelaksanaan pendidikan nasional menempatkan pendidikan hanya sebagai bagian dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan mobilitas sosial.

Cara pandang terhadap pendidikan yang demikian mengakibatkan nilai-nilai pragmatisme, ekonomi dan juga konsumtif menggerus nilai luhur kebangsaan, menghambat pembentukan rasionalitas, etos kerja, karakter mulia dan warga negara yang bertanggungjawab.

Dominannya sistem dan mentalitas bisnis di dalam pengelolaan lembaga pendidikan di semua level misalnya, telah memberikan dampak serius di mana kecenderungan pengelolaan kurikulum, program studi, fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik selalu dilakukan dalam konteks analisis pasar, di dalam gambar besar supply-demand tenaga kerja.

Guru, dosen, sekolah dan perguruan tinggi bukan tidak mungkin hanya menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan bisnis dan industri.

Betul bahwa memang perlu ada kaitan antara pendidikan dan industri, namun menempatkan argumen mendasar tentang kebijakan pendidikan semata-mata pada kebutuhan industri dan ekonomi adalah hal yang berbeda.

Bagi pemerintah, di sisi lain, pendidikan adalah satu bagian dari rantai alur industrialisasi dan ekonomi, dalam konteks peningkatan modal manusia. Hal ini dipengaruhi oleh perspektif pembangunan yang berfokus pada sektor ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial menjadi penggerak utama mental bangsa di dalam setiap aspek dinamika kehidupan.

Dengan nalar bisnis dan kekuasaan sebagai fundamen, ruang kelas tidak memiliki atmosfer intelektual yang kental. Sebagian dosen sering mengeluh bahwa semakin banyak mahasiswa sulit berpendapat dan bertanya dengan sistematis-logis, tidak bisa membaca secara komprehensif apalagi menulis dengan baik.

Publikasi jurnal ilmiah jauh dari berkualitas ketika masih banyak mahasiswa dan dosen yang bermental plagiat. Ilmu pengetahuan tidak berkembang dan hanya menjadi komoditi untuk mendapat sertifikasi demi mencapai jenjang meritokrasi bermotif kepentingan ekonomi dan kekuasaan.

Menjadi Indonesia

Pendidikan sekarang mungkin secara faktual bukanlah soal bagaimana nilai-nilai hidup bangsa diteruskan, dan bukan tentang bagaimana membangun warga negara yang baik. Pendidikan adalah soal mobilitas sosial dan politik dalam pasar kerja kapitalisme.

Mulai tahun ajaran baru 2016/2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghapus Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Tidak heran bila sejak lama pendidikan tidak memberi solusi perubahan sosial karena pendidikan itu sendiri sudah mengabdi kepada tuan yang salah.

Pendidikan kita dewasa ini juga bukan tentang Indonesia, karena national character building nampaknya semakin tergerus oleh arus gaya hidup berbasis kapital yang konsumtif.

Bangsa ini lupa “menjadi Indonesia” sehingga pendidikan semakin lama hanya mengabdi ketamakan.

Semangat gotong royong, saling membantu, saling menghormati makin sirna ditelan pola hidup konsumtif.

Pendidikan kita hanya menjadi pion kepentingan politik praktis, bernalar bisnis, yang beranggapan bahwa konsumsi adalah penggerak terbaik ekonomi.

Logikanya, semakin tinggi dan baik tingkat pendidikan, semakin orang bisa punya kekuasaan dan menikmati gaya hidup konsumtif semacam ini.

Maka, terbukti  bahwa jual beli ijazah hanyalah gejala ikutan paling akut dari pendidikan bernalar bisnis dan politik praktis.

Pendidikan nasional selayaknya ditempatkan di dalam usaha besar bangsa di dalam membangun ke-Indonesia-an.

Ruang kelas harus menjadi tempat ideal untuk menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara, dan membuat peserta didik memahami secara mendalam persoalan bangsa, sehingga ilmu dapat sungguh berarti di hadapan realitas masyarakat dewasa ini.

Pendidikan nasional seharusnya berkontribusi di dalam membangun mental bangsa.  Mental hanya bisa dibangun bila “menjadi Indonesia” itu adalah proses kolektif.

Menjadi Indonesia sudah pasti semakin sulit ketika kohesi sosial di masyarakat makin didominasi oleh motivasi kekuasaan politik, ekonomi, dan sebatas untung atau rugi.

Membangun mental bisa dilakukan bila tatanan hidup berbangsa diletakkan di dalam kerangka nilai-nilai sosial kultural kebangsaan yang demokratis.

Hal ini bisa terjadi bila keadilan ditegakkan dan hukum dibuat dengan adil dan jujur, serta mengabdi kepentingan bangsa, bukan hasil kongkalikong pemilik modal, partai politik dan wakil rakyat.

Revolusi mental sebenarnya bisa menjadi pintu masuk untuk menjawab persoalan pendidikan bangsa. Namun proses ini hanya dapat terjadi apabila negara meyakini dan tidak lupa bahwa stabilitas politik, dan pembangunan sektor ekonomi bukanlah satu-satunya elemen terpenting dalam membangun Indonesia.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti berisi, antara lain, tentang keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak. Salah satu hal yang ditekankan ialah kewajiban orangtua mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru.

Stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi sudah terlalu dominan dalam mendikte seluruh arus pembangunan di negeri ini. Sudah selama itulah kohesi sosial di dalam masyarakat lebih banyak ditentukan oleh pertimbangan ekonomis, pilihan politis, untung-rugi dan nalar bisnis.

Bangsa ini perlu kembali dibangun mentalnya agar jangan menjadi kerdil, tetapi punya kebanggaan, bisa berdikari, berintegritas dan menghayati nilai luhur yang dimiliki bangsanya.

Harus diakui, Anies Baswedan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah turun tangan membenahi bagian fundamental ini, untuk menjadikan pendidikan nasional sebagai arus besar dalam membangun karakter dan budaya bangsa.

Perubahan cara pandang terhadap pembangunan ini sebenarnya adalah ujian terbesar untuk Presiden Jokowi, bila hendak membenahi pendidikan nasional.

Jangan sampai karena tekanan dunia bisnis, dan kepentingan politik praktis, maka paradigma pembangunan sosial budaya melalui pendidikan nasional kembali dianaktirikan demi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik serta kekuasaan.***(prc/kompas)


Penulis : Augustinus WidyaputrantoPemerhati masalah pendidikan, bekerja sebagai Kepala Bagian Program Development Sekolah Bisnis dan Ekonomi – Universitas Prasetiya Mulya,  Jakarta



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pendidikan

Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:02:12 WIB

PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .

Pendidikan

Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:53:37 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.

Pendidikan

Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:16:06 WIB

PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.

Pendidikan

SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:41:16 WIB

PELITARIAU, RENGAT -  Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.

Pendidikan

Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 - 14:40:04 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026  Lingkungan sekolah yang sehat d.

Pendidikan

Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:42:20 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru  – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.

Terkini

  • +INDEX
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved