Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1127 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2800 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5354 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2450 Kali
Istri Meninggal, Kenapa Suami Ini Lelang Bayinya Yang Baru Lahir, Ini Alasanya
ilustrasi
PELITARIAU.COM - Perasaan bahagia bercampur duka dirasakan Nurholis (37), warga Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Sumatera Selatan. Anak keempatnya telah lahir, namun istrinya, Yusminar, meninggal usai menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sobirin Lubuk Linggau pada Senin, 11 Juli 2016.
Bahkan, Nurkholis menduga sang istri telah menjadi korban malapraktik oleh tim medis rumah sakit. Dugaan tersebut muncul, lantaran setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sobirin, Yusminar masih dalam keadaan normal.
Akan tetapi, ketika melakukan transfusi darah, istrinya tiba-tiba kejang dan tak sadarkan diri hingga meninggal dunia. Sementara Nurkholis tak mendapatkan keterangan jelas dari pihak rumah sakit mengenai penyebab tewas istrinya.
“Ketika persalinan sampai operasi caesar berjalan lancar. Tetapi setelah transfusi darah, istri saya langsung kejang-kejang dan koma lalu meninggal. Pihak rumah sakit tak memberikan keterangan jelas penyebabnya,” katanya dilansir viva Kamis, 14 Juli 2016.
Karena tak puas dengan pelayanan yang diberikan, Nurkholis berniat menempuh jalur hukum. Akan tetapi keterbatasan biaya menjadi kendala baginya, lantaran jenasah sang istri harus menjalani autopsi untuk memastikan penyebab istrinya meninggal.
“Kalau memang istri saya ada penyakit lain, kenapa dilakukan operasi, kan sebelum dioperasi semuanya dicek terlebih dahulu. Saya mau autopsi istri saya, untuk menempuh jalur hukum tapi tak ada biaya,” tutur dia.
Karena itu, Nurkholis pun berniat melelang buah hatinya untuk mendapatkan biaya autopsi.
“Saya meminta kepada para dermawan agar bisa membantu saya dalam membiayai autopsi. Saya juga rela jika anak saya yang terakhir ini diasuh oleh orang yang telah membantu saya untuk biaya autopsi,” ucap dia.**Rd
BERITA LAINNYA +INDEKS
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








