Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
BPS Mewaaspadai Lonjakan Inflasi Tertinggi Bulan Juni dan Juli
PELITARIAU, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mewaspadai lonjakan inflasi tertinggi pada bulan depan seiring dengan meningkatnya permintaan barang dan jasa yang biasa terjadi saat Ramadhan dan menjelang Lebaran.
"Puncaknya bulan Juni nanti, karena kan lebaran tanggal 7 Juli. Biasanya setelah lebaran akan menurun tajam," tutur Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, Selasa (31/5) sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.
Menurutnya, beberapa bahan pangan yang patut diwaspadai pergerakan harganya adalah minyak goreng dan gula pasir. Pasalnya, harga kedua bahan kebutuhan pokok itu saat ini sudah mulai melonjak seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis kue kering rumahan.
Kendati demikian, Sasmito menilai kenaikan harga minyak goreng dan gula pasir belum terlalu signifikan puncak kenaikkannya diprediksi baru pada bulan depan.
Berdasarkan data informasi dari website Informasi Pangan Jakarta (IPJ), harga minyak goreng saat ini rata-rata Rp12.419 per kilogram, deangkan harga gula pasir rata-rata Rp15.593 per kilogram.
Untuk beras, Sasmito mengatakan harganya cenderung pasca musim panen yang biasanya terjadia pada April sampai Mei. Dengan begitu, ketersediaan beras di pasar masih banyak dan harga menjadi turun.
"Kami harapkan aman, ada beberapa (komoditas) yang (harganya) naik dan turun. Tidak tahu bulan depan, tapi naiknya beberapa bahan di bulan ini masih aman," tegasnya.
Tahun Ajaran Baru
Meski biasanya pasca Lebaran harga-harga turun, tetapi Sasmito mengingatkan ada potensi tekanan inflasi pada Juli , dengan adanya pergantian tahun ajaran baru anak sekolah dan musim liburan. Dia memperkirakan laju inlfasi Juli tidak akan jauh berbeda dengan Juni.
"Kami pikir mungkin inflasinya 50:50 pada bulan Juni dan Juli, karena Juni didorong persiapan Ramadhan dan Lebaran, Juli lebih karena faktor liburan dan tahun ajaran baru," jelasnya.
Dia menambahkan, momen pergantian tahun ajaran baru anak sekolah dan musim liburan biasanya akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan jasa, terutama jasa angkutan travel. Untuk itu, BPS akan mewaspadai tarif jasa angkutan.
"Kan kami mau menjaga kebutuhan barang pokok yang selalu dibutuhkan, nah jasa juga harus dijaga terutama angkutan," tandasnya.**
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








