Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Presiden Meminta Muslimat Agar Menjaga Anak-anak dari Narkoba
PELITARIAU, Malang - Presiden RI Joko Widodo membuka acara hari ulang tahun ke-70 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Sabtu, 26 Maret 2016. Kepada anggota Muslimat, presiden meminta agar menjaga anak-anak dari bahaya narkoba.
Jokowi, panggilan Presiden Joko Widodo, mengatakan, ada dua bahaya besar saat ini yang tengah mengintai negeri ini yakni peredaran narkotika dan radikalisme.
"Dan Muslimat berperan besar untuk menanggulangi itu," katanya di hadapan sekitar 50 ribu anggota Muslimat.
Jokowi memaparkan, bahaya narkotika saat ini kian tak terbendung dan kian masif, begitu juga dengan radikalisme. Karena itu, butuh komitmen bersama untuk menanggulanginya.
"Setiap hari ada 30 sampai 50 anak-anak kita yang mati karena narkoba," katanya.
Keluarga menurut Jokowi, merupakan pertahanan pertama agar anak tidak terjerembap di lembah narkoba. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak.
"Dan ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita untuk memahami budi pekerti dan sopan santun. Saya hargai, dalam hal ini, ibu-ibu Muslimat NU besar perannya bagi bangsa ini," jelas Jokowi.
Ditempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, saat ini yang harus diperangi adalah narkoba, kebodohan dan kemiskinan.
"Untuk memerangi itu adalah dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita," ujarnya.
Terkait narkotika, di acara ini komitmen Laskar Antinarkoba Muslimat NU diikrarkan. Isinya, antara lain mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas dari narkoba.
"Mendukung hukuman berat bagi pengedar narkoba," begitu bunyi ikrar itu.
Sebagai informasi, selain Jokowi, hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rais Aam PBNU KH Makruf Amin, istri Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid Sinta Nuriyah, dan anak mereka, Yenni Wahid, dan Gubernur Jatim Soekarwo.**(viva)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








