Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tarian Mambang Deo-deo Rohil Ditawarkan Tampil Di Negara Francis
PELITARIAU,ROHIL- Tarian Mambang Deo-deo asal Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) adalah salah satu budaya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang terletak di daerah perbatasan. Tarian yang menampilkan semacam pengobatan Tradisional dengan menggunakan ilmu kebathinan itu mewakili Propinsi Riau pada ajang FestiVal Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan Negara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Kamis (17/9) mendatang.
Sejak tampil di Taman Mini Indah Jakarta pada tahu 2015 lalu, Kesenian Bambang Deo-deo sendiri sudah mendapat tawaran dari negara francis," Hal ini dikatakan Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga, Drs H Zulkarnaen Nur, saat dikonfirmasi Wartawan Pelitariau.com, malam rabu (15/3).
"Insallah kalau jadi, pada tahun 2016 ini kita akan tampil di negara francis. Untuk persiapan, kita serahkan ke Dewan Kesenian Daerah (DKD) lagi. Untuk mekanismenya, kalau emang jadi, akan kita bicarakan dengan DKD sendiri, dan akan kita laporkan kepada Bupati bagai mana kesenian Mambang Deo-deo sendiri bisa tampil di negara Francis." Terang Zulkarnaen.
Tarian Mambang Deo-deo adalah semacam tarian klasik yang menampilkan tarian pengobatan dari gangguan makhluk gaib seperti Jin, Setan, gendruwo, kuntilanak, dan lain sebagainya. Uniknya, tarian itu dalam Proses pengobatan menampilkan seni budaya daerah dengan ilmu kebathinan.
"Nah, Budaya semacam ini harus kita angkat dan dikembangkan kepermukaan dengan didukung secara penuh oleh pemerintah Propinsi dan Kabupaten,"Terang Zulkarnaen.
Tambah Kadispora, selama ini sangar-sangar seni menumpuk dan minta bantuan di Dispora, dengan di bentuknya DKD ini dapat meringankan beban dan tugas Dispora sendiri. Alhamdulilah dengan terbentuk DKD ini dapat meringankan tugas kita, dan DKD sendiri ada pekerjaan yang baru.
Untuk kesenian Lukah Gilo, Bambang Deo-deo dan Atip Rambai, itu sendiri akan kita pusatkan di DKD, dan dilatih serta dibina.***Jr
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









