Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mahasiswa UGM Kembangkan Obat Nyamuk Berbahan Buah Pare
PELITARIAU, Yogyakarta - Berbagai upaya pencegahan dilakukan guna meminimalisir munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat. Salah satunya adalah dengan pemberian abate.
Penggunaan larvasida kimia ini memang terbukti mampu mengendalikan jentik atau larva nyamuk Aedes aegypti.
Meskipun demikian, penggunaan secara terus menerus dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Antara lain, menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan serta persoalan kesehatan masyarakat karena efek karsinogenik dari abate.
Kondisi ini mendorong lima mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, yaitu Ayu Safitri, Nilahazra Khoirunnisa, Syindi Ariska FP, Diyah Tri Utami, dan Adhestya Alfiani, mencari cara yang lebih aman. Kelima mahasiswa ini membuat larvasida dari buah dan biji pare (Mommordica charantia L).
Nila mengatakan, buah dan biji pare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang cukup tinggi. Keempat senyawa itu memiliki kemampuan untuk membunuh jentik nyamuk.
“Senyawa-senyawa tersebut bisa mematikan syaraf dan menyerang sistem pernafasan, yang bisa mengakibatkan kematian pada hewan-hewan kecil seperti jentik nyamuk,” jelasnya, Kamis 11 Januari 2016 sebagaimana dilansir Viva.co.id.
Guna mengetahui efektivitas buah dan biji pare dalam membunuh larva, mereka melakukan penelitian dalam skala laboratorium pada jentik Aedes aegypti.
Nyamuk yang mereka gunakan diperoleh dari Balai Litbang P2B2 Banjarnegara. Jentik nyamuk tersebut selanjutnya direndam dalam ekstrak biji dan buah pare yang telah dilarutkan dengan etanol.
Perendaman dilakukan selama 48 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa ekstrak buah dan biji pare mampu membunuh jentik nyamuk.
“Ke depan, masih dibutuhkan sejumlah penelitian lanjutan terhadap buah dan biji pare sebagai alternatif larvasida, guna mengetahui efeknya pada organisme lain,” jelasnya.**
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








