Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Said Hasyim Ajak Masyarakat Melupakan Perbedaan Saat Pilkada Lalu
PELITARIAU, Selatpanjang- Dalam sidang paripurna yang diselenggarakan oleh DPRD Kepulauan Meranti, pada Senin (01/02/2016) hanya dihadiri Calon wakil Bupati yang terpilih Said Hasyim. Pasalnya, Calon Bupati yang terpilih yakni Irwan Nasir tidak dapat hadir karena berhalangan.
Walaupun demikian, dalam sambutannya, Said Hasyim yang tampil tenang banyak mengucapkan terima kasih mulai kepada KPU, Panwas, Kapolres, partai pendukung, DPRD, serta Pemkab Kepulauan Meranti yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga pilkada berjalan aman dan demokratis.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua tim pemenangan dan seluruh masyarakat Meranti baik yang memilih maupun tidak memilih,” ucap Said.
Ia juga mengajak masyarakat melupakan perbedaan saat pilkada lalu. Menurutnya, perbedaan dan gesekan itu adalah seni demokrasi. Bahkan Said juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada pasangan calon Tengku Mustafa dan Amyurlis alias Ucok.
“Untung ada Tengku Mustafa yang mau mencalonkan diri, Kalau tidak, tentu pilkada Meranti bisa terganggu jadwalnya karena saat itu belum ada keputusan MK bahwa bisa calon tunggal. Namun kalau calon tunggal tidak seru. Saking serunya kita sampai ke MK (Mahkamah Konstitusi),” kata Said disambut gelak tawa dan tepuk tangan yang hadir.
Tak lupa Said menceritakan bahwa pilkada kali ini merupakan yang ketiga kalinya diikuti. Dua pilkada sebelumnya sebagai calon bupati dia kalah namun alhamdulillan pilkada kali ini sebagai wakil bupati dia berhasil.
Ke depan, Said berharap seluruh masyarakat Meranti melupakan perbedaan saat pilkada dan menyatukan hati dan fikiran membangun daerah. Terlebih Meranti ini masih terisolir dimana dari segi transportasi daerah ini baru bisa diakses dua jam sehari.
“Daerah kita ini dari segi akses masih terisolir, hanya dibuka dua jam sehari. Pagi dari jam tujuh sampai jam delapan ada akses kapal ke Pekanbaru dan Batam. Lalu siang dari jam 12 sampai jam 13 baru ada lagi akses ke Pekanbaru dan Batam,” ungkap dia.
Terlebih tantangan ke depan anggaran yang semakin berat dengan jatuhnya harga minyak dunia yang sudah tentu berdampak pada alokasi diterima Pemkab Kepulauan Meranti dari dana bagi hasil (DBH) migas. “Padahal kita di Riau ini sangat bergantung pada minyak,” katanya.
Namun Said Hasyim yakin jika jajaran pemerintah dan masyarakat bersatu dengan meningkatkan efisiensi dan efektifitas, maka anggaran yang kecil bukan persoalan. Dia yakin dengan kepemimpinan yang jujur dan amanah Meranti bisa sejajar dengan daerah lainnya di Provinsi Riau.***
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









