Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kemendikbud Kirim 3.000 Guru ke Daerah Terpencil
PELITARIAU, Ambon - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengirim 3.000 tenaga pengajar ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mengatasi masalah kekurangan guru, khususnya di sejumlah wilayah terpencil.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan, program Guru Garis Depan itu juga akan membantu masalah kekurangan tenaga pengajar di daerah terpencil.
Saat ini, Kemendibud punya program Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Terpencil (SM3P); serta program Indonesia Mengajar,
"Program guru terdepan ini bukan berarti mereka ditempatkan di daerah perbatasan, tapi di daerah sulit dan terpencil," ujar Anies, di Ambon, Jumat (29/1/2016) sebagaimana dilansir kompas.com
Anies mengatakan, jika program SM3P dan program Indonesia Mengajar hanya membutuhkan waktu singkat, maka program guru terdepan akan bersifat permanen.
Para guru yang akan ikut program tersebut merupakan alumni dari SM3P dan Indonesia Mengajar.
"Jadi mereka ini sudah pernah menjadi guru di sana (daerah terpencil). Jadi mereka telah komitmen untuk menjadi guru permanan sepanjang karir mereka," ujar Anies, yang juga pelopor gerakan Indonesia Mengajar.
"Mereka ini sudah siap, tidak seperti mengajar 2-3 bulan lalu pulang. Karena mereka sebelumnya sudah mengalaminya," ucapnya.
Anies menerangkan, untuk tahun ini ada sebanyak 3.000 orang guru yang telah siap untuk ditempatkan di sejumlah daerah terpencil di Indonesia.
Tahun sebelumnya, Kemendikbud juga telah mengirim sebanyak 798 orang ke beberapa daerah terpencil.
"Tahun lalu itu ada 798 orang yang ikut program ini. Mereka dilepas oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara dan untuk tahun ini ada 3.000 yang akan ikut program ini," sebutnya.
Dia mengaku program tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah penyebaran guru yang tidak merata khususnya di daerah-daerah terpencil.
Sehingga masyarakat di daerah terpencl dapat menerima pelajaran dengan baik.
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








