Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2747 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5302 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Harga Bahan Pokok Tak Kunjung Menurun, Pedagang Daging Sapi Milih Daging Impor Dari Luar
Disperindag Provinsi Riau Saat Lakukan Sidak kepasar Sukaramai Pekanbaru, Senin (11/01)
PELITARIAU, Pekanbaru- Pedagang di pasar sukaramai Pekanbaru keluhkan harga pangan yang tak kunjung turun sejak tahun baru kemari, akibatnya banyak pedagang yang mengimpor dagangannya dari luar, khususnya pada daging sapi, pedagang lebil memilih daging Impor dari Australia di bandingkan daging sapi dari lokal, karena harganya lebih murah.
"Kami memilih daging impor karena harganya lebih murah dibandingkan harga sapi lokal, kami tidak mau mengambil resiko kerugian karena modal kami keci," ujar salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Sukaramai Pekanbaru.
Selain itu kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang merah, pada dasarnya harga cabai di Pasar Sukaramai Pekanbaru mengalami kenaikan dari harga sebelumnya hanya 40 ribu rupiah menjadi 43 ribu rupiah perkilo gramnya.
Sementara, harga daging ayam potong yang sebelumnya Rp22 ribu naik menjadi Rp24 ribu. Hal ini diikuti naiknya harga telur ayam yang per-papannya semula dijual Rp38 ribu naik menjadi Rp40-42 ribu. Harga tersebut rata-rata naik Rp2 ribu.
Pedagang yang ditemui pelitariau.com di Pasar Sukaramai tersebut mengutarakan keresahannya terhadap harga bahan pangan yang tak kunjung stabil ini.
Namun Kadisperindag Provinsi Riau M Firdaua menyatakan akan mencari tahu apa permasalahan sebenarnya yang terjadi di pasar sukaramai, ia juga akan memanggil distributor dan agen dari bahan baku tersebut.
Firdaus juga mengkhawatirkan akan memberatkan kepada konsumen "yang jumlah keluarganya banyak, seharusnya dengan uang 100 ribu bisa dapat banyak, dengan harga poko yang masih naik ini menjadi sedikit pada jumlah tingkatan konsumsinya," ungkap Firdaus kepada pelitariau.com.
Namun meski beberapa komoditas naik, ternyata harga minyak goreng mengalami penurunan dari Rp21 ribu menjadi Rp19 ribu per kilo.***osp
BERITA LAINNYA +INDEKS
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








