Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Banyak Kasus Mangkrak, Wajar Kejagung Dapat Rapor Merah
PELITARIAU, Jakarta - Kejaksaan Agung mendapatkan peringkat paling buncit berdasarkan hasil audit kinerja 86 kementerian/lembaga yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Lembaga yang dipimpin Jaksa Agung HM Prasetyo berada di peringkat ke-86 dengan skor 50,02 predikat CC.
Pengamat politik dan birokrasi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar menilai bahwa rapor merah yang didapat Kejaksaan Agung tidak lepas bagaimana kinerja Kejaksaan di bawah kepemimpinan HM Prasetyo
"Ini sesuatu yang sangat wajar dan menjadi bagian penilaian untuk publik," kata Shohibul saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 5 Januari 2016.
Sebagai warga Sumatera Utara, Shohibul mengatakan warga Sumut sudah dapat menilai kinerja Kejaksaan Agung, tanpa ada penilaian dari Kemenpan-RB. Menurut dia, parameter untuk mengukur kinerjan Kejaksaan sangat sederhana, yakni tunggakan perkara di Kejaksaan dan Kepolisian Sumut paling banyak.
"Ini sangat masuk akal, artinya data tersebut saling mengkonfirmasi," ujar dia.
Sebelumnya Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai Kejaksaan Agung harus segera melakukan perbaikan. Menurut dia, dengan tidak beranjaknya skor Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dari Kejagung selama tiga tahun berturut-turut, maka Jaksa Agung dan jajarannya harus melakukan over-haul akuntabilitas dan transparansi kinerja di tahun 2016 dan seterusnya.
Politikus PPP itu menjelaskan salah satu akar masalah yang menjadi faktor rendahnya skor akuntabilitas dan transparansi Kejagung adalah tidak terbangunnya dengan baik Sistem Manajemen Informasi Kejaksaan Agung RI (Simkari).
"Bandingkan dengan Mahkamah Agung misalnya yang Simari-nya cukup baik dalam memberikan informasi perkara kepada publik," kata Arsul.
Dengan tertutupnya berbagai informasi di Kejaksaan, maka masyarakat tidak mengetahui sejauh mana reformasi birokrasi dijalankan di Kejagung. "Termasuk transparansi dalam pengisian jabatan-jabatan dari eselon 1 dan 2 sesuai dengan aturan dam undang-undang Aparatur Sipil Negara," katanya.
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








