DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Hari Pangan Nasional ke-35

Pemprov Riau Undang 1000 Pelajar SD se-Riau

Editor : Kamis,10 Desember 2015 | 02:54:00 WIB
 Pemprov Riau Undang 1000 Pelajar SD se-Riau Ket Foto : Kepala badan pangan Nasional Gardjita Budi, saat menyalami para siswa dari berbagai SD di Provinsi Riau, usai membuka acara hari pangan sedunia ke-35 di Provinsi Riau, pada Rabu (10/12) di halaman Gedung Daerah Provinsi Riau.
PELITARIAU, Pekanbaru- 1000 pelajar dari berbagai tingkatan dalam menyambut hari pangan nasional ke 35 di Provinsi Riau yang digelar di halaman belakang Gedung Daerah Provinsi Riau Pekanbaru, pada Rabu (10/12) dengan tema "aku cinta pangan lokal" untuk menuju Riau suasembada pangan 2015.
 
Para pelajar yang terdiri dari berbagai macam sekolah di Riau sangan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, dan merekapun berbondong-bondong untuk mencicipi berbagai panganan daerah yang ada di provinsi Riau.
 
Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan pangan Republik Indonesia (RI) Gardjita Budi, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernuru Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta Ibu Plt Gubri Sisilita Arsyadjuliandi Rachman dan Forkompimda terkait.
 
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa sagu banyak tekandung banyak fitamin dan sangat baik untuk kesehatan tubuh bagi yang sering mengkonsumsinya dan kandungan gula dalam sagupun jauh lebih rendah daripada kandungan gula dalam nasi.
 
"Sagu banyak mengandung Vitamin dan karbohidrat, kadar gulanya juga rendah daripada nasi yang biasa kita konsumsi, Bagus untuk tubuh dan kesehatan manusia," papar Plt Gubri dalam sambutannya pada hari Pangan Nasional ke-35 pagi tadi.
 
Saat dijumpai usai acara hari Pangan Nasional ke-35 di gray makanan lokal, Gardjita Budi mengatakan kepada pelitariau.com bahwa dengan diselenggarakannya hari pangan nasional kita bisa memiliki pangan yang bahan bakunya yang bisa kita hasilkan sendiri.
 
Hal ini harus dilakukan, karena supaya ketahanan pangan nasional dan lokal tidak bergantung pada "luar".
 
"Hal ini bukannya tidak di perbolehkan, tetapi kalaw pangan kita memang tidak mencukupi bisa saja terjadi impor, tetapi semaksimal mungkin tidak bergantung pada pangan luar," ungkap Gardjita kepada pelitariau.com.***osp
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved