Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2746 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5302 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Mantap, Siswa Asal Meranti Keluar Sebagai Juara Harapan 1 Dalam lomba Penulisan Ceris
Hafizhah siswa SMA Negeri 2 Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti
PELlTARIAU, Meranti- Akhirnya, Hafizhah Siswa kelas XI SMAN 2 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, keluar sebagai juara harapan 1 lomba Penulisan Cerita Remaja Islam (Ceris) Siswa SMA/SMK Tahun 2015. Hasil itu diketahui setelah mengikuti seleksi tahap akhir (presentase) yang digelar Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Jakarta.
Terkait kemenangan yang diraih anak muridnya, Sari Dewi SPd, sebagai guru pembimbing mengatakan, kalau cerita yang disajikan Hafizhah tergolong update, karena mengangkat tentang bencana kabut asap yang sangat menyengsarakan masyarakat Riau.
Begitu juga dari segi penulisan secara EYD dan persoalan hidup keluarga yang ditonjolkan dalam cerita tersebut, sehingga menjadi lebih menarik.
"Namun, kita tidak bisa menafikan bahwa yang lainnya lebih baik dan berhak untuk mendapatkan juara 1,2, dan 3 karena lebih lengkap dan sempurna. Yang jelas hasil konsultasi yang kami lakukan bersama dewan juri setidaknya dapat dijadikan dasar untuk evaluasi sehingga kita tahu titik kelemahannya," terang sari.
"Ini saja sudah syukur, karena baru pertama kali ikut langsung juara harapan 1, sementara yang lain sudah beberapa kali ikut baru lolos seleksi," terangnya kembali.
Sebelumnya, Hafizhah ketika ditemui di SMAN 2 Tebingtinggi mengaku sempat ragu mengikuti lomba ini. Sebab, dengan waktu yang singkat, ia harus menyiapkan cerita minimal 60 halaman.
"Ada agak ragu sih, tapi setelah konsultasi sama Buk Sari Dewi, saya diminta ikut. Alhamdulillah, sekitar tiga minggu saya mampu menyelesaikan ceritanya. Saya berterimakasih pada Buk Sari Dewi yang dengan sabar membimbing saya," katanya.
Kepala SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Herman SPd MM, yang dikonfirmasi tentang hal itu mengaku cukup bangga atas prestasi yang diperoleh siswanya. "Melihat perkembangan ini jelas anak kita berpotensi dalam mengembangkan kreatifitas dan daya imajinasinya," terang Herman.
Adapaun sekolah yang ditetapkan masuk 10 besar yaitu, utusan dari SMAN 2 Tebingtinggi, SMA Negeri Ploso Jombang Jatim, SMAN 1 Banjaran Bandung Jabar, SMAN 2 Kediri Jatim, SMAN 1 Boyolali Jateng, SMAN 3 Kota Batam Kepri, SMAN 1 Magelang Jateng, SMKN 1 Cibinong Bogor Jabar, SMA Smart Eksekelensia Ind Parung Bogor Jabar, dan SMAN 1 Martapura Kalimantan. Peserta yang masuk 10 besar kemudian diwajibkan mengikuti seleksi tahap akhir (presentase) di Bandung.***
Terkait kemenangan yang diraih anak muridnya, Sari Dewi SPd, sebagai guru pembimbing mengatakan, kalau cerita yang disajikan Hafizhah tergolong update, karena mengangkat tentang bencana kabut asap yang sangat menyengsarakan masyarakat Riau.
Begitu juga dari segi penulisan secara EYD dan persoalan hidup keluarga yang ditonjolkan dalam cerita tersebut, sehingga menjadi lebih menarik.
"Namun, kita tidak bisa menafikan bahwa yang lainnya lebih baik dan berhak untuk mendapatkan juara 1,2, dan 3 karena lebih lengkap dan sempurna. Yang jelas hasil konsultasi yang kami lakukan bersama dewan juri setidaknya dapat dijadikan dasar untuk evaluasi sehingga kita tahu titik kelemahannya," terang sari.
"Ini saja sudah syukur, karena baru pertama kali ikut langsung juara harapan 1, sementara yang lain sudah beberapa kali ikut baru lolos seleksi," terangnya kembali.
Sebelumnya, Hafizhah ketika ditemui di SMAN 2 Tebingtinggi mengaku sempat ragu mengikuti lomba ini. Sebab, dengan waktu yang singkat, ia harus menyiapkan cerita minimal 60 halaman.
"Ada agak ragu sih, tapi setelah konsultasi sama Buk Sari Dewi, saya diminta ikut. Alhamdulillah, sekitar tiga minggu saya mampu menyelesaikan ceritanya. Saya berterimakasih pada Buk Sari Dewi yang dengan sabar membimbing saya," katanya.
Kepala SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Herman SPd MM, yang dikonfirmasi tentang hal itu mengaku cukup bangga atas prestasi yang diperoleh siswanya. "Melihat perkembangan ini jelas anak kita berpotensi dalam mengembangkan kreatifitas dan daya imajinasinya," terang Herman.
Adapaun sekolah yang ditetapkan masuk 10 besar yaitu, utusan dari SMAN 2 Tebingtinggi, SMA Negeri Ploso Jombang Jatim, SMAN 1 Banjaran Bandung Jabar, SMAN 2 Kediri Jatim, SMAN 1 Boyolali Jateng, SMAN 3 Kota Batam Kepri, SMAN 1 Magelang Jateng, SMKN 1 Cibinong Bogor Jabar, SMA Smart Eksekelensia Ind Parung Bogor Jabar, dan SMAN 1 Martapura Kalimantan. Peserta yang masuk 10 besar kemudian diwajibkan mengikuti seleksi tahap akhir (presentase) di Bandung.***
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








