Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
5 Kemungkinan Sepak Bola Indonesia Setelah Piala Presiden
?PELITARIAU, Jakarta-Piala Presiden telah usai. Kini sepak bola Indonesia kembali ke posisi semua, yakni 'mati suri' dalam hukuman negara. Ada beberapa kemungkinan di sepak bola Indonesia setelah gelaran turnamen tersebut.
Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan kondisi sepak bola Indonesia pasca Piala Presiden.
1. Munculnya Turnamen-turnamen Serupa
?Kesuksesan Piala Presiden sudah pasti akan memunculkan turnamen-turnamen serupa. Kebiasaan negera ini latah akan suatu ‘produk’ akan memunculkan banyak turnamen-turnamen yang mengundang tim-tim elit Indonesia. Dipastikan sampai beberapa bulan ke depan, sepak bola Indonesia akan dipenuhi turnamen ‘tarkam’ yang dikemas secara eksklusif.
2. PSSI Tetap Dibekukan
?Pernyataan Menpora yang mengatakan bahwa sepak bola juga meriah tanpa PSSI sudah menimbulkan pertanyaan, ‘Apakah PSSI akan memperpanjang masa vakumnya?’. Bisa ya bisa tidak sih sebetulnya, namun perkataan Menpora tersebut seakan-akan bangsa ini tidak membutuhkan PSSI sebagai induk sepak bola di Indonesia.
Ya, setidaknya sebelum rezim Menpora saat ini bisa menguasai PSSI sepenuhnya. Jika tujuan tersebut belum tercapai, besar kemungkinan PSSI terus menikmati masa ‘tahanan’ dari negara.
3. Pembinaan Usia Muda Tetap Terabaikan
?Ini yang sebetulnya tidak diinginkan. Kenapa? Karena euforia Piala Presiden akan sedikit menyingkirkan orang untuk memajukan sepak bola Indonesia. Memajukan sepak bola Indonesia artinya memulai sesuatu dari akar rumput.
Setelah gelaran Piala Presiden selesai, fokus pengembang bisnis olahraga hanya akan ada di turnamen saja. Sepak bola muda level usia junior pun paling hanya bersifat turnamen-turmanen saja atau sejenis festival.
Tanpa ada kompetisi berjenjang dan perbaikan kurikulum sepak bola Indonesia, lalu apa yang diperbaiki Menpora? Mengemas turnamen saja kah?
4. Menpora Bertemu FIFA
?Kalau ini sebetulnya sudah diagendakan Menpora sebelumnya, tapi selalu batal karena FIFA hanya mengakui PSSI yang mengurusi segala tetek bengek sepak bola Indonesia. Setelah Piala Presiden, Tim Transisi ala Menpora bisa dengan jumawa mempresentasikan turnamen tersebut sebagai keberhasilan negara menggelar laga menarik sepak bola tanpa PSSI.
‘Take over’ diam-diam negara terhadap Piala Presiden dari PSSI adalah suatu ‘kemenangan’ negara atas induk sepak bola di Indonesia.
5. PSSI Terus Melawan
?Pada akhirnya, PSSI akan terus melawan hukuman Menpora. Federasi olahraga ini diyakini sedang mengumpulkan kekuatan untuk ‘mengebom’ Tim Transisi dan Menporanya.
Lagi-lagi senjata utamanya adalah Liga Super Indonesia sebagai kompetisi jualan PSSI. Tetapi itu bukanlah satu-satunya senjata PSSI karena segala seluk beluk sepak bola dari A-Z, Atas-Bawah, Kanan-Kiri mutlak milik organisasi yang ketua pertamanya adalah Ir. Suratin itu.
Hmm, kita lihat saja segala kemungkinan-kemungkinan ini.(FTB90)
Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara
PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.
Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi
PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .
Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo
PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.
32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis
PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.
Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa
PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.
4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah
PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.








