Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Di Inhu Harga Ayam Potong Melonjak, Pedagang Mengeluh Omset Anjlok
PELITARIAU, Rengat- Saat ini harga daging ayam potong di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) tembus hingga menyentuh angka Rp 30 ribu/kg setelah hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah membuat para pedagang ayam di Inhu mengeluhkan penurunan omset.
Seperti yang diungkapkan Tatang (30), pedagang ayam yang sudah berjualan ayam potong selama kurang lebih 5 tahun di Desa Japura Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu ini misalnya. Ia mengatakan harga ayam potong saat ini berkisar dari Rp 27 ribu/kg hingga Rp 30 ribu/kg bergantung dari ukuran ayam itu sendiri.
"Ayam potong naiknya sesudah lebaran, kalau pas puasa dan sebelum lebaran memang naik tapi masih wajar, kalau ini kemungkinan karena stoknya sudah mulai sedikit," ujar Tatang, Rabu (19/8) Kepada Pelitariau.com
Dikatakanya, Biasanya kalau dulu harganya naik paling lama seminggu sudah turun lagi, tapi saat ini sudah beberapa hari harganya masih tinggi dan terus bertambah naik, Ia mengaku dengan harga yang cukup mahal dirinya tidak bisa lagi mengambil untung banyak.
"Saat ini kalau kita beli Rp 26 ribu/kg paling kita jual Rp 27-28 ribu, sekarang prosentasi keuntungannya makin kecil, kita juga gak berani menaikkan harga terlalu tinggi kepada masyarakat karena harga bergerak sedikit saja, omset bisa semakin turun drastis," imbuhnya.
Dirinya berharap agar pemerintah menindak para pemilik peternakan ayam yang sengaja menahan pasokan sehingga harga di tingkat pedagang pasar semakin terkerek naik.
"Memang ada kenaikan harga pakan, tapi kenaikannya tidak signifikan, tolonglah pemerintah bertindak tegas terhadap para pemain di balik layar kenaikan harga ayam potong, jangan hanya segelintir orang saja yang diuntungkan, kita para pedagang juga butuh keuntungan untuk kehidupan kami," pungkasnya.
Kenaikan harga ayam potong juga dikeluhkan An (27) pedagang Fried Chikend keliling, dirinya mengaku sejak kenaikan harga ayam potong, ia terpaksa mengurangi ukuran/porsi dari ukuran normal.
Pada hari biasa dan harga masih normal, dalam sehari dirinya mengaku biasa membeli 20 ekor ayam untuk berjualan, namun sejak harga ayam naik ia terpaksa mengurangi pembelian menjadi 10 ekor ayam saja.
"Masalahnya kalau kita beli terlalu banyak, sedangkan pelanggan sekarang malah bertambah sepi, yang ada kami merugi, jadi lebih baik ayam langsung hari itu sekali habis daripada sisa," Pungkasnya.***(Ans)
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









