Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kewalahan Tangani Karhutla, Riau Minta Tambahan Helikopter
PELITARIAU, Pekanbaru - Berbagai upaya terus dilakukan Satuan Tugas (Satgas) penaggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau. Jumat, (24/7/2015) kemarin Satgas kembali melakukan Tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan penaburan garam sebanyak 2,4 ton di tiga Kabupaten.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger dilansir halloriau.com usai ditemui di Posko Satgas Karhutla, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Menurut Edwar, TMC difokuskan ditiga Kabupaten yang disinyalir terdapat titik api, seperti Pelalawan, Kampar dan Siak.
"Upaya masih terus kita lakukan agar titik api ini jangan sampai muncul, seperti hari ini kita lakukan TMC di Siak,Kampar dan Pelalawan. Itu sebanyak 2,4 ton garam kita tabur ditiga wilayah itu, supaya hujan bisa turun," ungkapnya lagi.
Tak hanya TMC, Satgas Karhutla juga melakukan pemadaman melalui jalur udara dengan boom air atau water boombing. "Hari ini kita dua kali melakukan water boombing. Pagi tadi kita waterboombing di Payung Sekaki Pekanbaru dan Kampar. Sore tadi kita lanjutkan ke Dayung Kabupaten Siak, karena tim disana kewalahan melakukan pemadaman lewat jalur darat," tukasnya.
Meskipun masih bisa melakukan upaya pemadaman, Edwar mengakui hasilnya belum optimal. Apalagi, saat ini Satgas hanya diperkuat satu helikopter saja. Sementara wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla sangat luas dan sedikit membuat Satgas kewalahan.
"Sampai saat ini kita masih menggunakan satu helikopter. Itu jelas belum optimal hasilnya. Paling tidak kita ada dua atau tiga helikopter, supaya lebih efektif melakukan water boombing. Kami berharap BNPB segera menambah satu helikopter lagi, supaya pemadaman bisa lebih cepat, karena hampir sebagian besar daerah minta wilayah mereka dilakukan waterboombing ini dan kami cukup kewalahan. Kalau ada helikopter tambahan kami bisa lebih cepat bergerak," cetusnya.
Mengenai helikopter perusahaan yang pernah membantu melakukan waterboombing beberapa waktu lalu, Edwar mengatakan kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuk dikerahkan. "Helikopter perusahaan itu tak stanby, mereka juga butuh heli itu untuk operasional perusahaan mereka. Makanya kita harapkan helikopter dari BNPB itu segera datang membantu di posko," tandasnya.*hlc
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









