Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Anak Gajah Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi
PELITARIAU, Pelalawan - Dunia konservasi satwa liar di Provinsi Riau kembali berduka. Seekor anak gajah Sumatera ditemukan mati di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan didampingi oleh Dirkrimum Polda Riau Kombes Hasyim Rissahondua, Dirkrismus Polda Riau Komes Ade Kuncoro Wahyu, dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Supartono turun mengecek ke lokasi.
"Kami hadir di sini bersama-sama untuk melakukan observasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara terkait penemuan gajah yang umurnya mungkin kurang dari 5 tahun," kata Irjen Pol Herry Heryawan di lokasi, Kamis (26/2/2026).
Anak gajah tersebut ditemukan oleh tim patroli Taman Nasional Tesso Nilo sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Gajah tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.
Kapolda mengatakan pihak BKSDA Riau menurunkan dokter bedah nekropsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Kami menunggu dokter yang melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," imbuhnya.
Jenderal bintang dua itu menyampaikan, dari hasil olah TKP, anak gajah tersebut ditemukan mati dengan kondisi kaki terjerat tali.
"Dari hasil sementara, kaki gajah tersebut ada bekas jeratan dan talinya juga masih utuh," imbuhnya.
Polda Riau, lanjut Kapolda, melakukan hipotesis terkait penyebab kematian anak gajah tersebut.
"Kemungkinan-kemungkinan matinya gajah ini kita buatkan beberapa hipotesa, termasuk apakah gajah ini (mati) karena kena jerat kemudian mengalami infeksi kemudian mati di TKP," katanya.
Polda Riau menurunkan tim untuk menyelidiki lebih lanjut terkait kejadian ini.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKSDA Riau Supartanto mengatakan anak gajah tersebut berjenis kelamin jantan. Bangkai gajah ditemukan berjarak 200 meter dari batas kawasan Tesso Nilo.
"Diduga gajah sudah hampir dari satu minggu mati, kalau kita lihat dari kondisi fisik yang membusuk dan berulat. Untuk lebih tepatnya nanti tim medis dari Tesso Nilo akan melakukan nekropsi terkait umur berapa, penyebab kematiannya apa, nanti baru kita bisa menyampaikan penyebab kematiannya," pungkasnya.**Prc6
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









