Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Reskrim Polres Meranti Berhasil Ungkap Kasus TPPO Dalam Sekejab
PELITARIAU, Meranti - Polres Kepulauan Meranti Melalui Sat Reskrim Berhasil Ungkap Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Selain itu, Berdasarakan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang dan/atau Pasal 81 Jo Pasal 69 atau Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
" Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/48/XII/2025/SPKT/POLRES KEP. MERANTI/POLDA RIAU, tanggal 05 Desember 2025, Perkara Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kamis 16 Oktober 2025 sekira pukul 12.00 WIB," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Reskrim AKP Roemin Putra SH MH Kepada Media saat dijumpai.
Dikatakan AKP Roemin pula, Korban bernama Surta Hafandi, Sapandi. Awaludin, Riyansyah, Fadli mereka sebagai saksi - saksi dan terlapor bernama Roma Rianto Warga Selatpanjang.adapun Barang Bukti 1 (satu) Buah Paspor atas nama Surya Hafandi, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Awaludin, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Fadli, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Riyansyah, ?1 (satu) Buah Buku catatan warna hijau merk Paperline.?1 (satu) Buah Buku catatan warna Hitam.dan ?1 (satu) unit Hp Merk Redmi 9 warna biru.
" Adapun Awal mula kejadian
pada kamis lalu, disebuah rumah yang terletak di Jalan Banglas Gang Antara RT.002 RW. 002 Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelapor dapat telepon dari Saudara Roma yang sedang berada di Malaysia untuk menawarkan pekerjaan untuk merenovasi 2 (dua) buah rumah yang bersebelahan dengan berkata upah gaji senilai 110 RM (Ringgit Malaysia) perhari, kemudian pelapor tertarik dengan tawaran tersebut dan menerima tawaran tersebut," kata Kasat Reskrim AKP Roemin.
Selanjutnya Kata Kasat Reskrim, Lalu pelapor berangkat pada Senin lewat Pelabuhan Tanjung Harapan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dimana ternyata ia bertemu dengan 4 (empat) orang rekan kerjanya yang ia belum kenal sama sekali di ajak kerja ke Malaysia juga oleh Saudara Roma Kemudian sesampainya di Malaysia Pelapor dan 4 (empat) rekan kerjanya bertemu dengan Saudara Roma dan salah satu pemilik rumah yang ingin di renovasi, lalu berbicara dan hasil kesepakatan selama bekerja.
" Sementara itu pelapor dan 4 (empat) rekannya disuruh tinggal di sebelah rumah yang ingin di renovasi tersebut dan mulai bekerja pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2025, Pada tanggal 24 Oktober 2025 pelapor melihat Saudara Roma ribut dengan salah satu pemilik rumah kemudian pelapor juga mulai curiga karena tidak ada kejelasan mengenai gaji perhari yang dijanjikan lalu menanyakan masalah gaji kepada pemilik rumah dan mengatakan bahwa gaji sudah diberikan semua langsung borongan kepada Saudara Roma sehingga pelapor dan 4 (empat) rekannya tidak digaji hanya diberi makan," ungkap AKP Roemin.
Diungkapkan Kasat Reskrim Pula, pada saat itu, pelapor langsung bicara kepada Roma dengan marah dikarenakan Roma tidak memberitahu bahwa gaji mereka ternyata sudah diberikan borongan dan Roma hanya bisa terdiam, kemudian pada tanggal 30 Oktober 2025 pelapor beserta 2 (dua) rekan lainnya atas nama Awal dan Riyan kabur dikarena tidak tahan kerja lelah tetapi tidak di berikan gaji, kemudian pelapor kabur mencoba menghubungi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) lalu pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) merespons mereka dan dibiayain supaya naik transportasi online.
"Sesampainya di Kedutaan Besar Republik Indonesia pelapor dan 2 (dua) rekannya di mintai keterangan dan mereka bertiga di rehab selama 2 minggu di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kemudian pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengantar pulang pelapor dan 2 (dua) rekan lainnya sampai ke Pelabuhan Internasional Kukup, Malaysia," jelas AKP Roemin.
Ia menambahkan, Sesampainya di Indonesia pelapor dan 2 (dua) rekan kerja nya pulang kerumah masing-masing. Kemudian pada tanggal 18 November 2025 pelapor dan 2 (dua) rekan lainnya sepakat mendatangi rumah mertua saudara Roma untuk memberitahukan kejadian tersebut dan ingin mediasi akan tetapi mediasi tidak membuahkan hasil kemudian mereka langsung lanjut mendatangi Polres Kepulauan Meranti. **
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









