Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pelatihan Jurnalistik
JMSI Sosialisasikan Pemahaman 5W+1H OSIS SMKN 1 Kuala Cenaku
PELITARIAU, Inhu - Narasumber dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) mengisi pelatihan jurnalistik fokus pendalaman konsep 5W + 1H dengan peserta pengurus Organisasi Siswa/i Sekolah (OSIS) di SMK Negeri 1 Kuala Cenaku Senin (17/11/2025).
Kepala SMK Negeri 1 Kuala Cenaku, Benita Yosyarani Spd dalam kesempatan itu menyampaikan, penguasaan teknik penulisan adalah langkah awal menjadi jurnalis profesional. "Kita bekali pengurus OSIS dengan pemahaman 5w+1H, untuk pengurus OSIS yang baru dilantik," kata Benita.
Kegiatan pelatihan jurnalistik diharapkan mampu mencetak generasi penulis berita yang berintegritas, kritis, dan mengedepankan etika jurnalistik. "Kami mengucapkan terimakasih kepada pengurus JMSI Inhu yang sudah mengisi materi tentang pemahaman jurnalistik," ujar Benita.
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMK Negeri 1 Kuala Cenaku, diharapkan menjadi modal dasar pemahaman siswa dalam penyusunan berita yang akurat dan berkualitas dalam membuat konten berita tentang lingkungan sekolah.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelajar untuk menyajikan informasi yang lengkap, objektif, serta mudah dipahami," kata Benita.
Semantara itu, ketua JMSI Inhu, Hotli Maruli Sirait menyampaikan, kalau pihnaya rutin mengirimkan narasumber untuk kegiatan jurnalistik baik di sekolah maupun pada lingkup mitra JMSI Inhu. "Kita kirimkan narasumber ke SMK Negeri 1 Kuala Cenaku sesuai dengan surat permohonan dari sekolah," kata Hotli.
Hotli menjelaskan, Dalam pelatihan dasar jurnalistik, narasumber memaparkan tentang 5W + 1H mencakup unsur What, Who, When, Where, Why, dan How, yang menjadi rumus baku dalam penulisan berita. Formula ini digunakan untuk menggali data secara sistematis sehingga menghasilkan karya jurnalistik yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Keakuratan dan kelengkapan informasi adalah prinsip utama dalam dunia jurnalistik. Dengan memahami konsep 5W + 1H secara komprehensif, Narasumber yang kita kirimkan mampu memaparkan berita utuh dan berimbang," jelasnya.
Pelatihan juga memaparkan manfaat penerapan 5W + 1H, antara lain memastikan sebuah informasi tidak menyisakan pertanyaan penting, meningkatkan objektivitas, menghindari rumor dan opini pribadi, serta menjadi pedoman dalam penyusunan struktur berita yang efektif.
Dalam kegiatan tersebut JMSI Inhu menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur LKBA JMSI Zulpen Zuhri, Bidang Kerjasama JMSI Inhu Ramdana Yudha dan Bidang liputan Investigasi JMSI Inhu LE Manurung.
Selain pemaparan materi, peserta diberi contoh penerapan unsur 5W + 1H pada penulisan lead berita, serta latihan praktik dengan mengangkat peristiwa di lingkungan sekitar untuk disusun menjadi paragraf pembuka berita. **Prc1
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









