Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Industri Karet Berkelanjutan
Depo Telapak Tani 6 Diresmikan di Peranap, Wujud Kolaborasi untuk Petani Karet yang Lebih Sejahtera
PELITARIAU, Inhu - Depo Telapak Tani ke-6 resmi dibuka Selasa (22/7/2025) di Kelurahan Batu Rijal Hilir, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau. Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen lintas sektor dalam membangun ekosistem industri karet yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Depo Telapak Tani merupakan program strategis yang diinisiasi oleh PT Kirana Megatara Tbk melalui PT Tirta Sari Surya sebagai upaya memperkuat hubungan antara petani dan industri karet secara lebih setara dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar tempat transaksi, depo ini dirancang sebagai pusat pemberdayaan mengintegrasikan fungsi pembinaan mutu, edukasi teknis, dan pemberian kemudahan akses pasar bagi petani karet dalam satu ekosistem yang bertumpu pada kepentingan petani.
Kepala Divisi Sourcing PT Kirana Megatara Tbk, Denny Setiawan menyampaikan, bahwa lebih dari 90 persen produksi karet nasional berasal dari petani kecil. Karena itu, menurutnya, perlu dibangun ekosistem yang mampu mendukung petani secara menyeluruh terutama dalam hal akses pasar dan peningkatan kapasitas.
"Depo ini bukan hanya tempat menjual bokar dengan harga kompetitif dan transparan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pelatihan," ujar Denny.
Bahwa sinergi lintas sektor antara industri, pemerintah, dan lembaga keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan industri karet yang berdaya dan berkelanjutan.
Ditempat yang sama, Direktur Operasional PT Tirta Sari Surya, Bambang Agus Purwanto, menyampaikan tentang kekuatan industri karet nasional tidak terletak pada mesin dan teknologi semata, melainkan pada peran sentral petani di hulu.
"Petani bukan hanya pemasok, tapi mitra sejajar. Kami ingin membangun ekosistem bersama yang transformatif, bukan sekadar transaksional," ucap Bambang.
Sebab dalam industri karet, pentingnya pendekatan jangka panjang berbasis pendampingan dan penguatan kelembagaan, agar petani tidak hanya menghasilkan bokar yang laku dijual, tetapi juga mendapatkan nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga dan komunitasnya.
Saat itu juga, Pimpinan Cabang
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rengat Farianzi, turut hadir dalam peresmian Depo Telapak Tani 6 sebagai mitra keuangan yang memberikan akses perbankan bagi petani.
Melalui kerja sama tersebut, petani diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan formal, termasuk tabungan, pembiayaan usaha, serta literasi keuangan untuk mendukung keberlanjutan usahanya.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu Encik Rahmar Rudianto menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing petani di daerah.
"Kami berharap kehadiran Depo Telapak Tani ini benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi petani karet, bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam hal pengetahuan, kelembagaan, dan kemandirian,” ujar Encik Rahmar.
Camat Peranap, Yusri Erdi, MPd turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam peresmian Depo Telapak Tani di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan agar petani tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan industri.
"Depo Telapak Tani ini menjadi bukti nyata bahwa ketika sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat bersatu, maka kesejahteraan petani bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa dicapai bersama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Lurah Batu Rijal Hilir, Dona Laini, SKM menyampaikan, kehadiran depo telapak tani dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjadikan industri karet sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Menurutnya, program seperti ini penting agar industri karet tidak hanya bertahan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi seluruh pihak, mulai dari petani hingga masyarakat luas.
"Ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi yang terarah dapat membawa perubahan langsung di tingkat petani. Lebih dari sekadar infrastruktur, depo ini mencerminkan semangat baru dalam membangun industri karet yang lebih adil, tangguh, dan berdampak luas bagi masa depan pertanian Indonesia," jelasnya. **darfi
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









