Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Cucu Ki Hajar Dewantara Lanjutkan Perjuangan Kakeknya, Berbekal Semangat Taman Siswa Bergerak dari HighScope Menjadi ReDea
PELITARIAU, JAKARTA — Ki Hadjar Dewantara mempelopori pendidikan modern untuk orang Indonesia, yang waktu penjajahan Belanda digolongkan sebagai “pribumi”. Seperti diketahui, golongan pribumi menempati kelas paling bawah di jaman penjajahan Belanda, setelah orang-orang Eropa yang merupakan kelas atas dan orang timur asing sebagai kelas menengah.
Menjawab keresahan karena kaum pribumi tidak dapat mengenyam pendidikan seperti halnya kelas atas, Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta. Sekolah yang didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 tersebut menjadi lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang memberikan kesempatan bagi pribumi untuk memperoleh pendidikan seperti halnya orang-orang Belanda.
Adalah Antarina F. Amir, sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia, yang melanjutkan semangat Ki Hadjar Dewantara. Ia bertekad agar anak-anak Indonesia mengenyam pendidikan bertaraf internasional, sehingga mereka memiliki daya saing manakala terjun kedunia kerja maupun masyarakat global.
Sebagai salah seorang cucu Ki Hadjar Dewantara, darah pendidik juga mengalir deras di dirinya. Bila dulu Ki Hadjar Dewantara ingin agar para pribumi mengenyam pendidikan yang hanya bisa dinikmati orang-orang Belanda, kini Antarina ingin agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan bertaraf internasional.
Bekerjasama dengan HighScope Educational Research Foundation (HSREF) yang berasal dari Amerika Serikat, Antarina mendirikan sekolah HighScope di Indonesia, berdasarkan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru untuk sekolah pre-school.
Sayangnya HSREF hanya menyelenggarakan pelatihan pendidikan pre-school dan TK, sementara Antarina bertekad memiliki institusi pendidikan bertaraf internasional untuk SD, SMP bahkan SMA. Dengan demikian ia dapat menghantarkan anak didik ke jenjang Pendidikan Tinggi. Untung bagi Antarina, HSREF memperbolehkannya mengembangkan jaringan sekolah dengan mempergunakan nama HighScope hingga K-12.
Upaya selama puluhan tahun berbuah manis, di mana Antarina berhasil mendesain programnya sendiri bagi sekolah yang dikelolanya berdasarkan lisensi merek HighScope, dari TK hingga K-12. Kerja kerasnya mengundang pujian dari pihak Amerika hingga diberikan penghargaan David Weikart Award pada tahun 2017. Hingga kini, sekolah HighScope berkembang hingga 15 cabang, baik yang dikerjakan sendiri maupun bekerjasama dengan pihak ketiga.
Dalam keterangan yang diterima redaksi disebutkan, setelah bekerjasama dengan pihak Amerika tidak kurang dari 30 tahun lamanya, kini Antarina percaya diri untuk melanjutkan institusi pengajaran dengan menggunakan namanya sendiri, yaitu ReDea, merupakan kepanjangan dari Research and Development for Advancement.
Hal ini karena di Amerika HighScope hanya untuk program pengajaran pre school dan TK sedangkan sistem pengajaran hingga K-12 walaupun berdasarkan lisensi merek HighScope, tapi keseluruhan sistem pengajaran dikembangkan oleh Antarina sendiri.
Menyambut ulang tahun Sekolah Taman Siswa 3 Juli mendatang, Antarina mengharapkan semangat untuk memajukan anak-anak Indonesia melalui pengenalan sistem pengajaran yang berstandar internasional terus dipupuk. Menutup wawancara, Antarina berharap lebih banyak lagi anak-anak Indonesia terutama di pelosok-pelosok negeri yang dapat mengenyam pendidikan bertaraf internasional.**Prc6
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









