Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Seorang Ayah Pukuli Anak Tirinya Sampai Mati
PELITARIAU, BONDOWOSO - Tak mampu menahan emosinya, Sumar Subagio (44) tega menganiaya anak tirinya Yansi Isiandi Eka Marhiantoni (16), hingga meninggal dunia. Penganiayaan itu terjadi karena sang anak ketahuan kerap membolos hingga hampir dikeluarkan sekolahnya.
Meninggalnya Yansi, siswa salah satu SMK negeri di Bondowoso itu bermula pada Jumat (8/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Sepulang kerja, Sumar mendapati istrinya menangis dan bercerita bahwa Yansi akan dikeluarkan dari sekolah akibat sering membolos.
"Seketika tersangka marah dan memukuli Yansi dengan menggunakan sandal di bagian kepala. Tersangka juga menjambak dan menyeret korban keluar rumah. Korban juga dipukul dengan menggunakan potongan bambu," ungkap Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif, Minggu (17/8/2014), seperti dilansir dari Antara.
Selang sehari berikutnya, Yansi kemudian pingsan saat dalam perjalanan menuju sekolahnya. Dia pun sempat dilarikan ke di Puskesmas Tegal Ampel dan diketahui terdapat luka memar di sekujur tubuhnya. Namun, korban dibawa pulang paksa oleh tersangka.
Setelah menjalani perawatan di rumahnya, Yansi dilarikan ke RSUD Bondowoso pada Minggu (10/8/2014). Namun, upaya tersebut tak membuat kondisi korban membaik hingga akhirnya meninggal sekitar pukul 04.00 WIB.
Atas perbuatannya, Sumar yang bekerja sebagai sopir ditangkap oleh anggota Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim Polres Bondowoso, Sabtu (16/8/2014). Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga yang melihat langsung kejadian di Kelurahan Badean, Kecamatan Kota Bondowoso.
Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif menjelaskan, selain itu polisi juga telah memeriksa 10 saksi dan mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka menganiaya korban, yakni potongan bambu, potongan reng bambu, sandal dan pakaian korban.
"Sementara untuk pemeriksaan terhadap korban, Polres Bondowoso melakukan koordinasi dengan RSUD Bondowoso untuk autopsi dan membongkar kuburan," tuturnya.
Kapolres Bondowoso sangat menyayangkan terhadap peristiwa tersebut, dan karena itu masyarakat diharapkan ikut peduli terhadap perlindungan anak dari tindak kekerasan.
"Peristiwa ini merupakan kasus yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai proses pembelajaran masyarakat untuk tidak boleh terjadi lagi. Apapun alasannya anak harus dijaga oleh orang tuanya walaupun yang bersangkutan adalah anak tiri," ujarnya.(cr.pen)
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.








