Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Peremajaan Sawit Rakyat
Pemerintah Bertekad Jalankan PSR Lebih Baik, Petani Harapkan Keringanan Regulasi
PELITARIAU, Pekanbaru - Pemerintah menyadari bahwa kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai program strategis untuk meningkatkan produksi kelapa sawit nasional harus terus dilaksanakan secara maksimal.
Demikian Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian, Moch. Edy Yusuf dalam sesi dialog Focus Group Discussion yang diselenggarakan DPP Apkasindo, Rabu (22/3/2023).
"Perkebunan merupakan sektor yang sangat strategis dan bagian dari sejarah panjang Indonesia. Lebih dari 16,2 juta tenaga kerja terserap di perkebunan sawit. Jadi tidak ada alasan PSR tidak kita laksanakan terus dan tahun ini pelaksanaannya harus lebih baik," kata Edy.
Untuk itu, sambung Edy, regulasi -regulasi yang tidak penting dan menghambat harus diperbaiki. "Kalau ada masalah mari kita bicarakan, jangan langsung diributkan. Kita cari jalan keluarnya. Saya berharap teman-teman Apkasindo harus menjadi bagian dari kelapa sawit berkelanjutan," harapnya.
Sementara itu, dalam sesi diskusi para petani masih mengeluhkan soal persyaratan yang dinilai rumit, seperti persyaratan status lahan yang harus tidak berada di kawasan hutan dan kawasan lindung gambut, dibuktikan dengan keterangan dari unit kerja kementerian yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan. Ini dinilai cukup memakan waktu lama dalam pengurusannya.
Begitu juga dengan, persoalan dokumen persyaratan lainnya berupa gambar lahan atau kebun yang memuat 4 titik koordinat atau lebih untuk setiap pekebun yang mengajukan.
Seperti yang disampaikan salah seorang petani sawit yang hadir dalam kegiatan, Zulfahmi, bahwa legalitas lahan berupa SHM saja tidak bisa turut serta menjadi peserta PSR.
"Karena di daerah saya sudah ada pak, sudah bersertifikat SHM. Tapi, tak bisa ikut jadi peserta PSR. Karena, ketika di cek berada dalam kawasan HGU. Heran juga kami, sudah ada surat SHM nya, bahkan sudah bisa pinjaman ke bank, malah masuk HGU," kata Zulfahmi yang mengaku berasal dari Kabupaten Kampar.
Lain lagi halnya dengan, Syahdanur, petani sawit asal Bengkalis ini menyebutkan, kepastian hukum legalitas lahan yang terdiri dsri surat SHM atau dokumen penguasaan tanah yang dibuktikan surat pernyataan fisik sesuai ketentuan berlaku.
Permasalahan tersebut, kata Syahdanur, selain memakan waktu juga perlu mengeluarkan dana oleh pekebun. Banyak pekebun menyatakan keberatan.
"Terkait dengan dana yang dikeluarkan dalam pengurusan legalitas tanah ini salah satu yang menurut saya membebankan petani,"ujarnya
Dikatakan, petani sawit di tempatnya rata-rata per orang hanya memiliki lahan 2 hektar, ada juga yang 1 hektare. Hasil pertanian sawit, sebut dia, menjadi pendapatan utama.
"Berbeda mereka yang memiliki lahan 5 sampai 10 hektare, kalau 2 hektare lalu ditumbang bisa berdampak pada ekonomi keluarga. Ditambah lagi dalam pengurusan lahan yang membutuhkan dana. Bukan mudah urusa surat dan persyaratan PSR," sebut dia.***Rilis
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









