Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Banyak Akan Efek Negatif, Masyarakat Candi Rejo Tolak Rencana Tempat Penumpukan Batu Bara
PELITARIAU, Inhu - Masyarakat menolak keberadaan tempat penumpukan batu bara yang akan didirikan di daerah kaplingan jalan Elak, Desa Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau.
Hal ini disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Pasir Penyu, Harry Krisna Ramadhan, kepada wartawan melalui pesan sambungan telepon, Kamis (19/1/2023).
"Saya atas nama ketua mewakili kawan-kawan yang tergabung dalam organisasi keremajaan mesjid yang ada di kecamatan Pasir Penyu akan mengkonfirmasi sesuai isu yang beredar, maka sudah kami tinjau secara langsung rencana lokasi tempat penumpukan baru bara yang akan didirikan di kawasan kecamatan Pasir Penyu khususnya daerah kaplingan desa Candirejo di Jalan Elak," papar Harry.
"Setelah melihat akan didirikannya tempat penumpukan batu bara di lokasi tersebut maka kami menimbang selain adanya dampak positif yakni, menyerap tenaga kerja yang berasal dari daerah tersebut. Kami juga melihat banyaknya akan efek negatif yang ditimbulkan dari proses penumpukan batu bara tersebut," sebut Harry.
Diantaranya, lanjut Harry, akan menyebabkan polusi udara berupa debu halus batu bara yang akan menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat yang ada di sekitar tempat penumpukan tersebut. Yang kedua ditambah lagi dengan akan banyaknya kendaraan yang bertonase besar akan memasuki kawasan tersebut. Efeknya akan merusak jalan yang akan menjadi lalu lintas warga setempat serta akan mengancam keselamatan berlalu lintas warga sekitar yang melewati akses jalan tersebut.
"Sebagai masyarakat serta perwakilan ketua organisasi remaja kecamatan Pasir Penyu tentunya sangat berharap kepada pemerintah agar dapat meninjau izin pembangunan proyek tersebut setelah melihat dampak negatif yang akan ditimbulkan dari adanya proyek pembangunan tempat penumpukan batu bara tersebut," ungkapnya.
Lanjutnya, warga menyoroti rencana tempat penumpukan batubara termasuk perihal izin. Berbagai persoalan dikhawatirkan akan timbul akibat tempat penumpukan batu bara tersebut. Mulai dari dampak lingkungan dan sebagainya. Apalagi di daerah tersebut ada tempat pendidikan, rumah ibadah, bahkan juga ada perumahan.**Rls/Prc1
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Mandah Bersama Forkopimcam Tanam Jagung di Lahan PT. RSA
PELITARIAU, INDRAGIRI HILIR – Komitmen mendukung program Asta Cita Presi.
Bupati Buka Pelalawan Boat Racing 2026 di Desa Wisata Kuala Terusan, 63 Racer Adu Kecepatan di Sungai Kampar
PELITARIAU, Pelalawan - Jumat 10 Juli 2026 sekira pukul 14.00 WIB bertempat di D.
Wujudkan Warga Binaan yang Sehat, Lapas Pekanbaru Gelar Senam Pagi Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam rangka menjaga kesehatan dan kebugaran warga bin.
Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung Prog.
Polsek Mandah Koordinasi dan Cek Lahan Jagung di Desa Bente, Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
PELITARIAU, Mandah – Dalam rangka mendukung program swasembada ketahanan panga.
Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta.









